LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah resmi salurkan dana untuk program biodiesel 15 persen

"Menjadi solusi yang efektif untuk menyerap CPO domestik."

2015-08-18 12:55:05
kelapa sawit
Advertisement

Pemerintah resmi menyalurkan dana hasil pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO fund) untuk implementasi pencampuran bahan bakar nabati 15 persen dengan solar atau dikenal B15, pada 17 Agustus lalu. Ini lebih cepat dari target awal, 1 September 2015.

"Strategi nasional pengembangan kelapa sawit berkelanjutan melalui penghimpunan dan pengelolaan dana perkebunan sawit diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat posisi sawit sebagai produk unggulan Indonesia dan menjaga stabilitas harga sawit nasional," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Selasa (18/8).

Darmin menegaskan, pencampuran biodiesel itu sangat penting untuk mendukung upaya pengurangan impor bahan bakar minyak. Selain itu, kebijakan tersebut juga menjadi solusi atas persoalan rendahnya penyerapan CPO domestik.

Advertisement

"Mandatori B15 juga menjadi solusi yang efektif untuk menyerap CPO domestik sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada kenaikan harga CPO yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan negara melalui sektor pajak dan non pajak, dan tentunya menaikkan pendapatan dan kesejahteraan petani," ungkap Darmin.

Diperkirakan, hingga akhir tahun, kebijakan pencampuran ini bakal menyerap 765 ribu kiloliter biodiesel dan dana sekitar Rp 2 triliun.

Hal senada diungkapkan Direktur Utama Badan Layanan Umum (BLU) CPO Fund Bayu Krisnamurthi. Dia mengatakan badan usaha yang telah melakukan kontrak dengan produsen biodiesel bisa menyalurkan lebih cepat dari target.

Advertisement

"Penyalurannya mulai hari ini kita lakukan," kata Bayu.

Bayu mengatakan PT Pertamina (Persero) telah mengikat kontrak dengan PT AKR Corporindo untuk penyaluran 339 ribu kiloliter biodiesel PSO periode 17 Agustus 2015-31 Oktober 2015. Di luar itu, masih ada pembahasan kontrak kerja sama untuk penyaluran sebesar 426 ribu kiloliter periode 1 November-31 Desember 2015.

"Non PSO diperkirakan jumlahnya 750 ribu kiloliter. Sampai akhir tahun 1,5 juta kiloliter biodiesel permintaan baru di Indonesia," pungkas dia.

Baca juga:
Tren hidup sehat di Eropa lejitkan ekspor minyak kelapa Indonesia
Semester I 2015, anak perusahaan Bakrie catat penjualan CPO Rp 1 T
Peningkatan konsumsi biodiesel bisa buat udara Indonesia bersih
Parahnya kemarau di Lampung sampai kelapa sawit mati kekeringan
Diduga tercemar limbah sawit, ikan dan udang di Meulaboh mati

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.