LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Kisaran 5,2 Persen

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, memprediksi pertumbuhan ekonomi pada 2018 capai 5,2 persen. Faktor pendukung pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 adalah konsumsi dan investasi.

2019-02-04 15:58:00
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 pada 6 Februari 2019. Bersamaan dengan hal tersebut, BPS juga akan melaporkan capaian ekonomi pada triwulan IV-2018.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, memprediksi pertumbuhan ekonomi pada 2018 capai 5,2 persen.

"Karena 3 triwulan tahun 2018 saja sudah 5,17 persen. Dengan perkiraan pertumbuhan triwulan IV sebesar 5,2 persen maka pertumbuhan 2018 mendekati kisaran 5,2 persen," ujar Iskandar melalui pesan singkat, Jakarta, Senin (4/2).

Advertisement

Iskandar mengatakan, faktor pendukung pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 adalah konsumsi dan investasi. Sementara itu ekspor belum terlalu menggeliat disebabkan oleh perlambatan yang terjadi selama beberapa bulan.

"Kalau ekspor kan mesti di nett kan dengan impor yang hasilnya mendekati 0. Jadi kalaupun ekspor melambat tapi nett nya hampir 0. Dengan melihat perkembangan tersebut dan pertumbuhan konsumsi 5,1 persen akibat pilpres dan pileg," jelasnya.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh di kisaran 5 persen. Sementara itu, investasi diprediksi hanya menyumbang sekitar 4,1 persen.

Advertisement

Ke depan, belanja infrastruktur, belanja sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), dana desa serta belanja persiapan pemilu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. "Tantangannya ada pada komponen net ekspor yang melemah akibat efek perang dagang, penurunan harga komoditas perkebunan, dan tingginya impor BBM," jelas Bhima.

Baca juga:
Kemenkeu Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Cukup Baik
Investor Lebih Khawatir Ekonomi Global Ketimbang Risiko Politik
Komisi XI DPR: Negara Kita Belum Punah
Indef: Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Sulit Diprediksi di 2019
Sri Mulyani Sebut Perlambatan Ekonomi China Tak Pengaruhi Ekspor RI
2019, Indef Prediksi Pertumbuhan Ekspor Indonesia Hanya 6 Persen
Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Bergantung pada 3 Menteri Ini

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.