LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah kirim surat keberatan soal kenaikan bea masuk minyak nabati ke India

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah telah mengirimkan surat keberatan kepada pemerintah India terkait penerapan kenaikan bea masuk minyak sayur (vegetables oil) asal Indonesia ke India. Menurutnya, pemerintah India berjanji akan segera menindaklanjuti hal tersebut.

2018-03-21 20:31:43
Kemendag
Advertisement

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah telah mengirimkan surat keberatan kepada pemerintah India terkait penerapan kenaikan bea masuk minyak sayur (vegetables oil) asal Indonesia ke India. Menurutnya, pemerintah India berjanji akan segera menindaklanjuti hal tersebut.

"Mengenai dengan India, yang pasti perdagangan kita surplusnya besar, menteri india menyampaikan. Dan saya sudah sampaikan juga secara resmi dan tertulis mengenai keberatan dan ditinjau kembali penerapan kenaikan bea masuknya," ujar Mendag Enggar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/3).

India sendiri memiliki beberapa pertimbangan untuk menaikkan tarif bea masuk CPO. Di antaranya, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) negara tersebut serta upaya mendorong industri vegetable oil dan turunannya lebih meningkat lagi.

Advertisement

"Mereka sangat terbuka, karena hubungan kita dekat. Pertama, mereka concern dengan APBN nya. Yang kedua, mereka berupaya mendorong industri vegetable oil dan turunannya. Artinya kebon dan sebagainya didorong lebih meningkat lagi," jelasnya.

Faktor lain pengambilan kebijakan menaikkan tarif bea masuk vegetable oil tersebut adalah kondisi India yang akan melaksanakan pemilihan umum (pemilu). Sehingga, hal ini dijadikan sebagai salah satu perdebatan politik.

"Tapi sebagai informasi mereka sedang menghadapi pemilu. (Berbau politik) iya iya. Saya bilang, saya juga sebentar lagi, jadi dia bilang kita tahu semuanya kita tahu, tetapi kan yang terkena adalah kita. Kalau ini desakan dari para petani desakan dari industri mereka itu lebih kuat. Sedangkan kalau kita kan tidak terpukul dengan kenaikan itu, belum terpukul ekspor kita tetap tinggi," jelasnya.

Advertisement

Untuk itu, Mendag Enggar mengatakan, belum dapat memastikan sampai kapan Indonesia mendapat jawaban atas permintaan tersebut. "Mereka bilang saya akan pertimbangkan, saya akan bicarakan secara internal atas surat itu," tandasnya.

Baca juga:
Pemerintah permudah investor ekspor impor di kawasan ekonomi khusus
2017, Ekspor teh Indonesia ke Amerika Serikat anjlok 19 persen
Industri pangan kekurangan garam, KKP didesak keluarkan rekomendasi impor
Usaha ditutup, Chika Property jual rumah seharga Rp 70 miliar di Kelapa Gading
Pemerintah siap perang dagang dengan Norwegia terkait larangan impor CPO

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.