Pemerintah Jokowi ingin tambah utang jadi Rp 467,3 triliun
Nilai surat utang tersebut mencapai Rp 467,3 triliun atau naik Rp 67,3 triliun dibandingkan target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2017 sebesar Rp 400 triliun.
Pemerintah Jokowi-JK berencana menambah porsi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN)yang akan dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (R-APBNP) 2017.
Nilai surat utang tersebut mencapai Rp 467,3 triliun atau naik Rp 67,3 triliun dibandingkan target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2017 sebesar Rp 400 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, penambahan tersebut untuk meningkatkan belanja negara yang produktif. Sehingga, perekonomian Indonesia akan meningkat dengan banyaknya aliran dana masuk ke dalam negeri.
"Untuk menaikkan belanja yang produktif. Ada capital inflow juga besar masuk. Kita sudah memperhitungkan kemampuan pasar untuk menyerapnya," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (7/7).
Meski utang negara terus bertambah, namun Darmin meyakini bahwa pemerintah masih mampu untuk melunasi utang-utang tersebut. "Jangan melihat dianggap itu hanya naik begitu saja. Yang berkurang juga (ada)," imbuhnya.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah hingga akhir Mei 2017 telah mencapai Rp 3.672 triliun, di mana sebagian utang itu akan jatuh tempo pada dua tahun mendatang.
Baca juga:
Bos BI soal penghematan APBN: Selama ini realisasi tak pernah penuh
Menhub Budi pangkas anggaran Rp 2 triliun di 2017
Ada penghematan, Menko Darmin target defisit anggaran di 2,67 persen
Menteri Basuki pangkas anggaran Rp 517 miliar di 2017
Pemerintah turunkan target penerimaan pajak 2017 sebesar Rp 50 T