LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah janji tetap jaga stabilitas nilai tukar Rupiah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus bekerja sama dalam rangka melakukan stabilisasi Rupiah. Bank Indonesia sendiri telah melakukan berbagai kebijakan moneter.

2018-06-28 14:00:26
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika melemah terendah sejak awal 2018. Hari ini, mata uang Garuda tembus Rp 14.200 per USD. Pada perdagangan siang hari ini, kurs bahkan sempat menyentuh Rp 14.217 per USD.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus bekerja sama dalam rangka melakukan stabilisasi Rupiah. Bank Indonesia sendiri telah melakukan berbagai kebijakan moneter.

"Kebijakan moneter Pak Gubernur (Bank Indonesia) sudah menyampaikan beberapa kali dan kita akan terus bekerja sama dan dari sisi eksternal balance akan terus diperbaiki meskipun dampaknya jangka menengah panjang," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (28/6).

Advertisement

Sri Mulyani melanjutkan, faktor internal dan faktor eksternal menjadi pemicu tersungkurnya nilai Rupiah. Untuk kedua hal ini pemerintah akan terus melakukan kontrol, agar pergerakan Rupiah tidak terlalu jauh.

"Dari hal yang bisa kita kontrol akan dikontrol terutama yang berhubungan dengan framework kerangka kebijakan makro. Apakah itu dari sisi fiskal, moneter dan neraca pembayaran agar yang disebut vulnerability atau kerawanan itu tetap bisa ditekan," jelasnya.

"Dari sisi fiskal, defisit tetap kita jaga. Dan apa yang disebut jadwal penerbitan surat utang dan pelaksanaan dari sisi penerimaan dan belanja akan terus disampaikan agar ada yang namanya kepercayaan meskipun terjadi perubahan yang cukup besar," sambungnya.

Advertisement

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, ke depan pemerintah akan memitigasi pergerakan baik sentimen pasar maupun fundamental seperti perubahan karena kebijakan Amerika Serikat atau penguatan USD dan arus modal.

"Saya rasa kalau dari sisi instrumen itu kan salah satu pergerakan baik sentimen market maupun fundamental. Kalau yang sifatnya relatif, seperti perubahan karena kebijakan AS atau penguatan dolar dan arus modal maka kita perlu mitigasi," tandasnya.

Baca juga:
Sri Mulyani sebut perang dagang China-AS pengaruhi pelemahan Rupiah
Rupiah bergerak melemah di level Rp 14.140 per USD
BI layani penukaran 4 uang kertas lama ini hanya sampai 31 Desember 2018
BI soal uang distempel untuk kampanye: Masih bisa digunakan transaksi
Ini penyebab Rupiah masih betah di level Rp 14.000 per USD

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.