Pemerintah ingin kode pos terintegrasi big data dorong ketepatan lokasi pengiriman
Direktur Pos Direktorat Jenderal PPI Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ikhsan Baidirus, mengatakan pemerintah bakal menata ulang skema pengalamatan rumah di Indonesia. Hal ini agar alamat yang dimasukkan pengirim barang betul-betul akurat sehingga pengiriman barang menjadi lebih nyaman dan pasti sampai.
Direktur Pos Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ikhsan Baidirus, mengatakan pemerintah bakal menata ulang skema pengalamatan rumah di Indonesia. Hal ini agar alamat yang dimasukkan pengirim barang betul-betul akurat sehingga pengiriman barang menjadi lebih nyaman dan pasti sampai.
Ikhsan menyampaikan, cara yang ditempuh adalah dengan mengintegrasikan kode pos tiap wilayah dengan data digital.
"Dari perspektif Pos, regulator bidang Pos kami ingin suatu saat, kita coba kita dorong, kode pos kita akan integrasi ke dalam teknologi digital big data yang nanti secara bersama-sama akan membuat sistem lokasi menjadi lebih akurat, mungkin dengan pemanfaatan teknologi geoposition dan satelit, bersama dengan kode pos, kita bisa langsung mendapatkan titik-titik yang lebih akurat," ungkapnya di Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (17/4).
Selain itu, dengan adanya integrasi ini, masyarakat bakal lebih mudah untuk mengecek kondisi dan posisi barang yang dia kirimkan. "Suatu saat kita bisa trace and tracking kiriman kita," kata dia.
Direktur Jasa dan Kurir PT Pos Indonesia, Agus Handoyo mengatakan ketepatan alamat memang sangat penting. Jika alamat yang dimasukkan tidak jelas, atau tidak dapat ditemukan, maka akan merugikan pengirim.
Dia mengakui, di beberapa daerah, ada beberapa kejadian, alamat tidak dibubuhkan secara lengkap oleh pengirim hingga menyusahkan bagi kurir.
"Memang harus kerja bareng, kalau di PT Pos. Pengalaman, misalnya alamat Larantuka di belakang Gereja, itu kan hanya ada di benak pengantar (kurir) karena dia sudah bertahun-tahun di situ. Mereka hafal betul rumah ini dimana, siapa saja yang ada di rumah itu ya. Jadi kalau (pengantar/kurir) yang baru, harus berpikir lagi," tandasnya.
Baca juga:
BTN dan Pos Indonesia perkuat sinergi dengan program anyar
PT Pos Indonesia Rilis perangko DILAN 1990, kaum milenial langsung menyerbu
Prangko Dilan banyak dicari anak muda masa kini, ini cara mendapatkannya
Kiosk Blibli InStore akan tersebar di 32 kota di Indonesia
Perluas pangsa pasar, Blibli.com gandeng PT Pos Indonesia
Ditjen Pajak gandeng Peruri dan Pos Indonesia perangi peredaran meterai ilegal
PT Pos Indonesia dengan PT Thareq Habibie Carbon terbitkan prangko Habibie-Ainun