LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah harus pertimbangkan lagi jika ingin beli Super Puma

Super Puma/Super Caugar adalah pesawat yang kualitasnya tidak terlalu canggih.

2016-06-14 19:07:34
Helikopter Kepresidenan
Advertisement

Pemerintahan Jokowi-JK diminta untuk mempertimbangkan kembali jika hendak membeli Helikopter Super Puma buatan Airbus. Helikopter tersebut dinilai tidak banyak memiliki keunggulan sebagai pesawat kepala negara.

Pengamat Kebijakan Anggaran Center for Budget Analysis (CBA), Ucok Sky Khadafi mencontohkan, ketidaklayakan Helikopter tersebut karena Angkatan Udara (AU) Malaysia telah direpotkan oleh imbas notifikasi yang dikeluarkan Airbus pada 2013.

"AU Malaysia diharuskan melakukan pemeriksaan gearbox setiap 2,5 jam terbang dan caracal hanya bisa diterbangkan dengan torsi 70 persen dari daya maksimumnya. Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut menyebabkan siklus persiapan terbang pesawat semakin panjang sebelum diterbangkan sehingga mengganggu kesiapan pesawat itu sendiri untuk terbang," kata Ucok di Jakarta, Selasa (14/6).

Advertisement

Ucok juga menyebut contoh lainnya yakni Polandia dilaporkan berencana membatalkan order 50 unit EC 725 sebab transfer teknologi dan porsi komponen yang dikerjakan oleh industri lokal sangat minim. "Jelas sekali, Super Puma/Super Caugar adalah pesawat yang kualitasnya tidak terlalu canggih, padahal dibuat oleh industri pesawat terbang yang sudah berpengalaman," katanya.

Akhir-akhir ini, beberapa kali pesawat jenis itu mengalami kecelakaan. "Apakah jumlah itu kurang meyakinkan sehingga masih menganggap Super Puma hebat dan pantas untuk mengangkut Presiden RI yang berkedudukan sebagai Kepala," tegas Ucok.

Dia menyebut, apa yang terjadi pada helikopter H225 Super Puma pada bulan April 2016 yang dioperasikan CHC Helicopter Service mengalami insiden yang sangat fatal, yaitu lepasnya bilah motor utama. Akibatnya, helikopter jatuh dan menewaskan tiga belas penumpangnya, termasuk pilot dan co-pilot.

Advertisement

Insiden tersebut terjadi di Laut Utara saat helikopter tersebut mengangkut pekerja minyak lepas pantai milik perusahaan Statoil. Fakta lain tentang insiden yang melibatkan Super Puma bisa dilacak sampai empat tahun lalu, yaitu pada tahun 2012.

"Pada 2012, Helikopter Super Puma mengalami dua insiden, pertama, pada 10 Mei, Helikopter ECSS5LP G-REDW mengalami kerusakan pada sistem pelumas gearbox utama. Kedua, pada 22 Oktober, H-225 G-GHCN milik perusahaan CHC Scotia mendarat darurat sebab pompa sistem pelumasnya tidak bekerja," tutupnya.

Baca juga:
Tutup sejak 2002, Garuda Indonesia kembali buka rute Medan-Singapura
Jelang mudik, banyak maskapai tambah volume penerbangan ke Solo
YLKI: Bahayakan penerbangan, boikot grup Lion Air
DPR minta Lion Air grup tak sembarangan seperti Metro Mini
Wings Air tinggalkan bagasi, penumpang bikin petisi
'Lion Air harusnya perbaiki layanan, bukan malah ajukan gugatan'
Buat harga tiket pesawat murah, KPPU usul hapus batas tarif bawah

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.