LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah Dinilai Kurang Spesifik Tentukan Penerima Insentif Tarif Listrik

Pemerintah memberikan beragam stimulus untuk membantu masyarakat menghalau dampak pandemi Corona, salah satunya penggratisan dan pemberian diskon tarif listrik. Pemerintah menyasar pelanggan 450 VA dan 900 VA. Adapun, pelanggan 450 VA mendapat penggratisan sementara pelanggan 900 VA mendapat diskon 50 persen.

2020-04-14 14:00:18
Tarif listrik
Advertisement

Pemerintah memberikan beragam stimulus untuk membantu masyarakat menghalau dampak pandemi Corona, salah satunya penggratisan dan pemberian diskon tarif listrik. Pemerintah menyasar pelanggan 450 VA dan 900 VA. Adapun, pelanggan 450 VA mendapat penggratisan sementara pelanggan 900 VA mendapat diskon 50 persen.

Meski demikian, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menilai, pemerintah kurang merinci dalam merencanakan penerima stimulus dengan tepat. Menurutnya, jaring pengaman sosial energi sangat terkait dengan indikator akses energi.

"Reaksi yang diakukan sekarang sebenarnya menunjukkan adanya kelemahan kita dalam merespon krisis. Ketika memberi stimulus, kita enggak punya ukuran dan mekanisme siapa yang pantas menerima bantuan tersebut," ujar Fabby dalam telekonferensi, Selasa (14/4).

Advertisement

Dirinya mencontohkan, dari sebuah rumah tangga miskin, pemerintah tidak memiliki alat ukur yang apakah pengguna 900 VA yang tarifnya subsidi adalah benar-benar miskin atau tidak, atau pengguna 450 VA benar-benar miskin atau tidak. Bisa saja ada orang yang tidak mampu namun kebetulan mengontrak dengan listrik 1300 VA, mata pencaharian dan usahanya terdampak, namun justru tidak mendapat subsidi sama sekali dan harga listriknya malah cenderung naik.

Lalu, tidak semua masyarakat yang menerima subsidi terdampak oleh Corona, begitu pula dengan masyarakat yang tidak menerima subsidi yang mungkin malah terhantam keras akibat penyebaran virus.

"Ini kelemahannya, kita belum bisa menetapkan siapa yang layak menerima subsidi, atau siapa yang layak mendapat subsidi saat krisis. Perlu ada mekanisme untuk melihat kelompok terdampak," ujarnya.

Advertisement

Oleh karenanya, pemerintah diharapkan dapat membangun integrasi data kemiskinan di Indonesia dan mencocokan data tersebut agar penyaluran subsidi listrik tepat sasaran.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
CEK FAKTA: Hoaks PLN Naikkan Tarif Listrik Nonsubsidi di Tengah Pandemi Covid-19
CEK FAKTA: Hoaks Diskon Tarif Listrik Didapat dari Bank Dunia
Maret 2020, Konsumsi Listrik Rumah Tangga Naik 10,8 Juta kWh
Pelanggan PLN Hari ini Mulai Bisa Akses Listrik Gratis Lewat Whatsapp, Begini Caranya
PLN Bagikan Token Listrik Gratis Hari Ini, Begini Cara Dapat Kode Voucher-nya
CEK FAKTA: Penjelasan Pengguna Listrik yang Tidak Bisa Mendapat Diskon 50 Persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.