Pemerintah datangkan 50.000 ton daging impor amankan stok Ramadan
Pemerintah datangkan 50.000 ton daging impor amankan stok Ramadan. Rencana impor 50.000 ton akan diambil dari beberapa negara, seperti Meksiko, Spanyol, Selandia Baru dan India. Terpenting, pertimbangan pemerintah ialah harga murah. Saat ini pemerintah memiliki stok daging mencapai 40.000 ton.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan stok daging aman sampai Lebaran mendatang. Saat ini pemerintah memiliki stok daging mencapai 40.000 ton dan akan ditambah menjadi 50.000 ton melalui impor.
"Kita impor dengan melihat situasi harga di pasar. Yang jelas 40.000 sudah siap, itu setara dengan 200.000 ekor sapi. Ini besar sekali. Ini daging sapi dan daging kerbau yang penting proteinnya," kata Menteri Amran di Kantornya, Jakarta, Senin (27/3).
Nantinya, lanjut Menteri Amran, rencana impor 50.000 ton akan diambil dari beberapa negara, seperti Meksiko, Spanyol, Selandia Baru dan India. Terpenting, pertimbangan pemerintah ialah harga murah.
"Dari negara mana yang harganya terendah itu yang akan diambil. Tujuannya kita datangkan impor dari beberapa negara adalah untuk menekan harga agar konsumen menikmati harga yang murah," tuturnya.
Hingga Ramadan datang, dirinya memperkirakan kebutuhan akan konsumsi daging mencapai 30.000 ton. Maka dari itu, dia pede hingga menjelang Ramadan stok aman.
"Tapi itu harus antisipasi harga bergejolak. Lebih baik kita antisipasi dari awal. Kita lanjutkan rencana impor kemarin."
Baca juga:
Kemendag beri izin Bulog impor daging kerbau India hingga Lebaran
Mendag: Sapi Australia mahal, kita buka impor dari Spanyol & Brasil
Kemendag akan terbitkan izin impor sapi 123.800 ekor
Tekan harga daging, Mentan bakal impor 400 sapi dari Meksiko
Ada aturan impor sapi anyar, mentan optimistis swasembada terwujud
Kemendag cabut izin impor jika tak sebar sapi secara merata
Izin impor sapi bakalan sudah diberikan ke 3 perusahaan feedloter