Pemerintah cabut izin importir nakal tak miliki gudang
Pemerintah cabut izin importir nakal tak miliki gudang. Saat ini sudah ada 4-5 importir yang izinnya dicabut karena tidak memiliki gudang, di mana 2 izin sudah dicabut dan sisanya dalam proses. Namun, pihaknya masih terus akan melakukan audit, mengingat masih ada 130 izin importir yang dicurigai tidak miliki gudang.
Kementerian Perdagangan tengah melakukan audit pada importir. Sebab, masih banyak importir yang berbisnis namun ketahuan tidak memiliki gudang.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan audit ini sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan dalam kepemilikan gudang bagi importir. Sehingga, jika para importir tidak memiliki gudang, pihaknya akan mencabut izin importir.
"Ada beberapa (importir), mereka impor, tapi gudangnya tidak. Ada, alamatnya sudah berubah dan tidak melaporkan tapi melakukan kegiatan impor. Saya cabut apinya bagi para importir itu," kata Menteri Enggar di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/1).
Dia menambahkan, saat ini sudah ada 4-5 importir yang izinnya dicabut karena tidak memiliki gudang, di mana 2 izin sudah dicabut dan sisanya masih dalam proses. Namun, pihaknya masih terus akan melakukan audit, mengingat masih ada 130 izin importir yang dicurigai tidak memiliki gudang.
"Mereka importir semua komoditas. Mereka importir buah dan sebagainya. Ya kita cabut saja. Saya sudah bilang, bukan hanya nama PT-nya, nama direksi dan pemegang sahamnya kita blacklist," imbuhnya.
Nantinya, lanjut Menteri Enggar, para importir yang sudah dicabut izinnya tidak akan diperbolehkan lagi mengimpor produknya ke Indonesia. "Nama-nama itu kita catat. Begitu mereka minta izin lagi, tidak usah kita izinkan. Karena mereka sudah bohong," pungkasnya.
Baca juga:
Blak-blakan mendag soal produsen beras dunia tengah lomba 'jajah' RI
Akhir tahun 2016, ekspor ikan naik 4,96 persen
5 Barang unik & tak biasa diperjualbelikan Indonesia sepanjang 2016
Masyarakat diminta tak menilai impor melulu negatif
Brasil tercatat rutin beli tepung kelapa asal Indonesia
Rumah Indonesia, ajang promosi produk dalam negeri di Spanyol
BPOM perketat pemeriksaan produk impor berlogo halal