Pemerintah beri insentif untuk pengembangan industri olahan ikan
Insentif yang disiapkan adalah berupa kemudahan perizinan, bantuan mesin dan alat-alat pendukung sektor pengolahan ikan.
Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk pengembangan industri hilir pengolahan ikan. Insentif yang disiapkan adalah berupa kemudahan perizinan, bantuan mesin dan alat-alat pendukung sektor pengolahan ikan.
"Ada (insentif), insentif itu kan tidak hanya insentif fiskal tapi juga insentif nonfiskal misalnya dari perizinan-perizinan atau permesinan atau bantuan-bantuan peralatan, itu kan dilakukan oleh kementerian," ujar Saleh di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (22/11).
Salah menegaskan, Indonesia kaya akan hasil laut, antara lain ikan dan rumput laut. Hasil-hasil ini perlu diolah terlebih dahulu sebelum dijual sehingga bernilai tambah lebih besar.
"Berbagai macam produk olahan dibuat dari ikan untuk juga mungkin produk bahan baku untuk menjadi produk makanan nanti untuk bisa dikombinasikan dengan tepung ikan nanti atau apapun dari ikan sehingga bisa menjadi sesuatu yang bernilai tambah. Kalau gak dibuat olahan itu kan gak ada nilai tambah, tapi kalau dihilirisasi nilai tambahnya akan semakin besar," jelas Saleh.
Hilirisasi produk-produk olahan ikan dan rumput laut, menurut Saleh, sejalan dengan program pemerintah yang tidak lagi memberi izin ekspor bahan mentah.
"Ikan 100 persen lokal, tentu sesuai dengan program pemerintah hilirisasi, presiden kan menginginkan tidak lagi menjual bahan mentah keluar tapi dihilirisasi sehingga ada nilai tambah plus ada pembukaan lapangan kerja," pungkas Saleh.
Baca juga:
Genjot konsumsi protein, Susi minta peyek kacang diganti ikan
KKP bakal hitung ulang tarif pungutan hasil tangkap nelayan
Hingga kuartal III-2015, KKP catat tangkapan ikan capai Rp 91 T
Gandeng Google, RI negara pertama pemantau penangkapan ikan online
Menteri Susi anggarkan Rp 1,6 T kembangkan perikanan budidaya