Pemerintah berencana 'impor' tenaga kerja ahli digital
Pemerintah tengah mempersiapkan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja ahli di industri digital. Saat ini, kepemilikan tenaga kerja ahli sangat kurang. Pemerintah berencana akan mendatangkan tenaga kerja asing yang ahli untuk memberikan pemahaman serta pelatihan kepada tenaga kerja lokal.
Pemerintah tengah mempersiapkan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja ahli di industri digital. Saat ini, kepemilikan tenaga kerja ahli sangat kurang.
"Yang lokalnya saja kita kurang. Begini yang namanya e-commerce itu memang kita tidak punya orangnya cukup," kata Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/1).
Pemerintah berencana akan mendatangkan tenaga kerja asing yang ahli untuk memberikan pemahaman serta pelatihan kepada tenaga kerja lokal. Namun, mendatangkan tenaga asing tidak mudah karena ada beberapa proses yang mesti dilalui.
"Kita harus mempermudah masuknya, terus soal izin tinggalnya, belum lagi soal visanya," ujar Menko Darmin.
Menurutnya, sulit mendapatkan tenaga ahli yang memberikan keahlian dalam tenaga perawatan mesin, pendidikan vokasi untuk bidang digital.
"Tapi, intinya adalah kita akan mempermudah dalam bidang-bidang keahlian tertentu terutama e-commerce. Kemudian, instruktur bagi masuknya tenaga asing secara spesifik," tandasnya.
Baca juga:
Ini cara pemerintah genjot kemampuan tenaga kerja di bidang e-commerce
Pekerja khawatir kehilangan pekerjaan akibat digitalisasi
Pemerintah dinilai belum siap sambut revolusi industri 4.0
Kemnaker kembali gerebek upaya pengiriman TKI ilegal ke Timur Tengah
Duterte usul larang tenaga kerja Filipina ke Kuwait karena sering alami kekerasan
Survei: Optimisme bisnis dunia 2018 tinggi, banyak perusahaan tambah jumlah pekerja
Sri Mulyani harap perguruan tinggi fokus ciptakan tenaga kerja berkompeten