Pemerintah berencana beri tambahan subsidi listrik Rp 5 triliun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan pemerintah berencana menambah besaran dana subsidi listrik sekitar Rp 5 triliun. Hal ini untuk keperluan penambahan pelanggan baru di daerah yang belum terlistriki dan kurang mampu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan pemerintah berencana menambah besaran dana subsidi listrik sekitar Rp 5 triliun. Hal ini untuk keperluan penambahan pelanggan baru di daerah yang belum terlistriki dan kurang mampu.
"Tambah (subsidi), tapi untuk ekspansi listrik desa. Ini setiap pertambahan pelanggan 450 VA dan 900 VA yang dianggap belum mampu tetap disubsidi pemerintah. Tetap ada," ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/3).
"Bisa nambah 1 juta pelanggan setahun yang 450 VA kalau ekspansi daerah-daerah belum ada listrik," lanjut dia.
Meskipun demikian, mantan menteri perhubungan ini menegaskan pemerintah tidak akan menambah subsidi yang disebabkan oleh naiknya harga batu bara. "Tidak akan menambah subsidi karena harga batu bara naik karena diatur harga batu bara. Pengaturan harga batu bara untuk kelistrikan yang dapat mempertahankan tarif listrik harga saat ini sampai akhir 2019 dan tidak akan buat PLN sampai merugi yang luar biasa," kata dia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andi Noorsaman Sommeng, mengatakan besaran subsidi untuk penambahan pelanggan baru sekitar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun.
"Tergantung daripada pertumbuhan pelanggan. Prognosis kita kurang lebih Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun," tandasnya.
Baca juga:
Jokowi minta tarif listrik tak naik hingga 2019, menkeu hitung ulang besaran subsidi
Realisasi subsidi energi di 2017 lebihi target, termasuk untuk BBM dan listrik
INDEF sebut pelemahan daya beli karena Jokowi cabut subsidi
Subsidi listrik terus dikurangi dan dialihkan ke belanja produktif
Tahun depan, pemerintah akan lanjutkan pencabutan subsidi listrik 900 VA
5 Hal wajib diperhatikan dari anggaran Jokowi tahun depan, termasuk soal gaji PNS
Anggarkan subsidi 2018 Rp 172,4 triliun, terbesar untuk listrik