Pemerintah bakal bangun 300.000 rumah untuk warga menengah ke bawah
Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah akan membangun perumahan terpusat di pedesaan untuk mengurangi migrasi dan urbanisasi, dan pembangunan rusun untuk golongan menengah ke bawah berorientasi transit oriented development.
Guna menjamin ketersediaan rumah terjangkau di area perkotaan padat, pemerintah akan membangun 300.000 hunian untuk 1,2 juta jiwa penduduk menengah ke bawah.
Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hal ini dapat terwujud dengan membangun perumahan terpusat di pedesaan untuk mengurangi migrasi dan urbanisasi, dan pembangunan rusun untuk golongan menengah ke bawah berorientasi transit oriented development.
Untuk itu, pemerintah akan melakukan identifikasi potensial tanah negara yang dapat dijadikan rusunami atau rusunawa, menggabungkan antara perumahan dan transportasi, dab memberikan insentif bagi pengembang (developer) untuk membangun rumah.
Nantinya, pembangunan rumah ini akan diatur oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Kementerian Agraria dan Tata Ruang, juga Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Bukan hanya itu, pemerintah juga akan menyiapkan berbagai peraturan agar pembangunan ini bisa direalisasikan. Di antaranya, peraturan area perumahan terjangkau daru Kementerian ATR, dan peraturan transit oriented.
Baca juga:
Ini kata Anies soal gagasan DP rumah nol persen
Intip strategi untuk punya rumah di akhir tahun nanti
Perumnas bangun 30.000 rumah di 2017, harganya ada yang Rp 195 juta
Tahun ini, hunian mewah diprediksi sepi pembeli
Peralihan sawah ke perumahan hambat swasembada pangan Jokowi