Pemerintah bahas kesiapan investasi Hyundai jelang kunjungan Jokowi ke Korsel
Menperin Airlangga mengatakan ada beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya mengenai lahan untuk investasi Hyundai dan rencana Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke Korea Selatan pada November mendatang. Terkait lahan, hingga kini Hyundai masih mempermasalahkan biaya penyewaan.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Rapat tersebut membahas mengenai rencana investasi Hyundai di Indonesia.
Menperin Airlangga mengatakan ada beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya mengenai lahan untuk investasi Hyundai dan rencana Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke Korea Selatan pada November mendatang.
"Ada beberapa pembicaraan, tapi secara spesifik, belum ada yang akan dikeluarkan (diputuskan)," ujar Menperin Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (3/9).
Terkait lahan, hingga kini Hyundai masih mempermasalahkan biaya penyewaan lahan di Indonesia. "Indonesia ini kan lahan semua ada nilainya, di Korea juga ada nilainya, yang biasa-biasa saja," kata Menperin Airlangga.
Menperin Airlangga mengatakan, untuk menarik investasi, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif seperti tax allowance dan tax holiday. Insentif-insentif ini diyakini mampu menarik minat investor masuk ke Indonesia.
"Kalau kami kan insentif semua yang ada saja, tax holiday. Tapi persoalannya bukan itu. Kalau bicara industri otomotif sekarang ini beberapa industri strukturnya sudah dalam, termasuk industri kemarin dari investor China, itu investasinya besar," jelasnya.
Baca juga:
Investasi di bawah Rp 500 miliar, investor bakal dapat Tax Holiday
BI ajak investor Singapura tanam modal di 3 lokasi di Sumut
Jaga pasar modal dari gejolak dunia, investor RI diminta tumbuhkan nasionalisme
Kemenperin yakin kinerja industri terus meningkat, ini buktinya
BI yakinkan tahun politik tak akan surutkan minat investasi
50 Investor asing berminat investasi di 8 daerah Indonesia
Perbaiki defisit transaksi berjalan, BI selenggarakan Indonesia Investment Day