Pemerintah akan Lakukan Studi Antropologi Destinasi Wisata Prioritas
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan melakukan studi antropologi di setiap destinasi wisata prioritas. Cara ini dinilai sebagai salah satu terobosan untuk menarik perhatian wisatawan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan melakukan studi antropologi di setiap destinasi wisata prioritas. Cara ini dinilai sebagai salah satu terobosan untuk menarik perhatian wisatawan.
"Kami akan lakukan studi antropologi setiap destinasi itu," kata Luhut di Jakarta, Jumat (27/11).
Luhut menilai, pandemi Covid-19 ini telah mengubah pola pikir, gaya hidup dan cara bekerja, sehingga diperlukan terobosan baru untuk menjawab berbagai tantangan yang ada. Menurutnya, keistimewaan suatu daerah bisa menjadi daya tarik datangnya wisatawan.
"Misalnya Komodo, jangan sampai orang menilai kita moratorium itu, justru kita melindungi komodo dan menyiapkan lahan yang lebih bagus," imbuhnya.
Begitu juga dengan lokasi wisata Candi Borobudur. Luhut ingin ini kembali diteliti dan dipersiapkan. Dia tak mau, situs bersejarah ini rusak karena banyak dikunjungi wisatawan.
"Di Borobudur, orang naik turun candi, itu juga kan bikin rusak, bagaimana cara kita memelihara," kata dia.
Hal lain yang tak kalah penting terkait kebersihan dan keamanan di lokasi pariwisata. Menurutnya, dalam kondisi ini dua hal tersebut sangat penting. "Utamakan kebersihan semua tempat karena ini menyangkut keamanan," tandasnya.
Baca juga:
Pariwisata Mulai Menggeliat, Pelaku Wisata Harap ada Libur Akhir Tahun
Wishnutama Minta Pengembangan Pariwisata Tak Hilangkan Budaya Asli Indonesia
Holding BUMN Dinilai Mampu Percepat Pengembangan 5 Destinasi Wisata Super Prioritas
Geliatkan Ekonomi, Pemerintah Pusat Diminta Lakukan Pergelaran Acara di Pulau Bali
Luhut Sebut Butuh Ketenangan dan Kedamaian untuk Promosi Pariwisata RI
Strategi Pemerintah Bangkitkan Sektor Pariwisata Terdampak Pandemi Covid-19