LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemberian blok migas dan tambahan subsidi, cara pemerintah tekan defisit Pertamina

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, mencontohkan seperti penugasan ke Pertamina untuk mengelola Blok Mahakam‎. Dari produksi migas blok bekas Total tersebut, Pertamina mendapat keuntungan yang bisa untuk menutupi defisit atas penjualan Premium.

2018-07-19 15:38:29
Pertamina
Advertisement

Pemerintah memiliki dua cara untuk mengurangi defisit keuangan PT Pertamina (Persero), akibat keputusan tidak dinaikannya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar subsidi mengikuti pergerakan harga minyak. Pertama dengan memberikan blok migas yang habis kontraknya ke Pertamina.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, mencontohkan seperti penugasan ke Pertamina untuk mengelola Blok Mahakam‎. Dari produksi migas blok bekas Total tersebut, Pertamina mendapat keuntungan yang bisa untuk menutupi defisit atas penjualan Premium.
‎
"Pemerintah menugaskan Pertamina mengelola PHE ONWJ juga 10 blok kecil terminasi yang jatuh tempo ke Pertamina, sehingga tambahan sektor hulu bisa menutupi defisit di distribusi," ucapnya saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR Jakarta, Kamis (19/7).

Menteri Jonan melanjutkan pemerintah telah memutuskan menambah subsidi untuk BBM jenis Solar. "Solar ini harganya jauh dari harga pasar, oleh karena itu pemerintah melalui UU APBN mengizinkan adanya penyesuaian subsidi naik turun,‎" ujarnya.

Advertisement

Menteri Jonan mengungkapkan, sumber tambahan subsidi berasal dari pendapatan negara sektor migas yang melebihi target akibat kenaikan harga minyak dunia.

Pendapatan negara dari sektor hulu migas ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 USD 11,9 miliar dengan asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) USD 48 per barel. Dengan realisasi ICP rata-rata sebesar USD 68 per barel maka pendapatan negara dari sektor migas 50 persen di atas target.

‎"Kita lihat ICP kita asumsi APBN USD 48 per barel, saat ini ICP tinggi kira-kira USD 68 sampai Juni ini ada tambahan pendapatan negara kira-kira 50 persen lebih ini bisa untuk subsidi solar," tandasnya.

Advertisement

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
SKK Migas dukung Menteri Rini soal penjualan aset Pertamina
ESDM dukung Pertamina jual aset
Pertamina sebut penjualan aset untuk tingkatkan kinerja portofolio bisnis
Beredar surat Menteri Rini izikan Pertamina jual aset
Pertamina jamin ketersediaan avtur di musim haji 2018
Pertamina pangkas dana investasi sektor hilir hingga 20 persen
Pertamina tingkatkan pasokan avtur di 12 embarkasi haji

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.