Pembeli di pasar sepi tanda ekonomi masyarakat masih susah
Pembeli di pasar sepi tanda ekonomi masyarakat masih susah. Kondisi ekonomi susah ini tidak hanya dialami masyarakat kecil, melainkan juga mereka yang berpenghasilan tetap seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Turunnya pemasukan para pedagang amat berkaitan dengan perilaku masyarakat mulai melakukan penghematan.
Lebaran tahun ini tidak memberikan penghasilan lebih bagi pedagang pasar. Sebab, pembeli tahun ini disebut cenderung lebih sepi dibanding 2016 lalu.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran membenarkan Lebaran kali ini pedagang mengalami penurunan pendapatan. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi masyarakat masih susah.
"Ini tentunya karena kondisi ekonomi wong cilik yang lagi susah," ungkapnya kepada merdeka.com, di Jakarta, Selasa (27/6).
Menurutnya, uang yang dimiliki masyarakat digunakan untuk keperluan lain, misalnya untuk keperluan masuk sekolah anak-anak. "Jadi mana yang diprioritaskan. Sedangkan penghasilan kan tidak nambah," kata dia.
Dia pun mengatakan kondisi ekonomi susah ini tidak hanya dialami masyarakat kecil, melainkan juga mereka yang berpenghasilan tetap seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Kalau pegawai negeri memang ada gaji tiga belas. Tapi bagaimana pun banyak yang harus dibiayai. Ada juga yang dapat THR, tapi apa artinya untuk kebutuhan selama sebulan puasa," tambahnya.
Oleh sebab itu, dia mengatakan turunnya pemasukan para pedagang amat berkaitan dengan perilaku masyarakat mulai melakukan penghematan. "Masyarakat semakin berhati-hati dalam pengeluaran," tutupnya.
Baca juga:
Kemenhub: Jangan mengharap tidak macet saat mudik
Polda Riau sebar sniper antisipasi teror bom di jalur mudik
Puncak arus balik Jumat dan Sabtu, pemudik diimbau pulang lebih awal
Libur Lebaran, lebih dari 7.000 orang padati pantai di Balikpapan
Pembeli saat Lebaran sepi, pedagang kurma gigit jari
RPTRA Kalijodo jadi daya tarik warga luar DKI saat libur lebaran
Aksi petugas kebersihan, langsung garap sampah usai Salat Id