Pembangunan Tol Sumo masih terganjal pembebasan lahan
Dana yang tersedia untuk pembebasan lahan masih terbatas.
Presiden Joko Widodo hari ini meresmikan jalan tol Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo) Seksi IV, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa. Meski begitu, pembangunan konstruksi jalan tol secara keseluruhan masih terkendala pembebasan lahan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, pembebasan lahan jalan Tol Sumo baru mencapai 87 persen. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya dana yang tersedia untuk pembebasan lahan.
"Ini dari tahun 2007 Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) harusnya kalau tanahnya bebas, 2 tahun sudah selesai sudah beroperasi. Tapi sampai hari ini pun belum beroperasi. Penyebabnya tadi tanah baru 87 persen secara total posisi hari ini. Masih ada 13 persen yang musti diselesaikan," kata Heri di Mojokerto, Sabtu (19/3).
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, dana yang dialokasikan untuk pembebasan lahan hanya sebesar Rp 1,4 triliun. Sementara kebutuhan total untuk pembebasan lahan pembangunan jalan tol bisa mencapai Rp 7 triliun.
Dengan demikian, pemerintah tengah menutupi kekurangan tersebut, yakni melalui pinjaman dengan badan usaha. Heri menambahkan, untuk pembebasan lahan Tol Sumo sebanyak 13 persen membutuhkan dana sebesar Rp 350 miliar.
"Sebenarnya yang menalangi ini kan tanggung jawab Kementerian Keuangan. Kalau menurut aturan. Nanti beberapa ditalangi dulu termasuk di badan usaha, nanti APBN-P ada uang terus ada revisi anggaran yang bisa kita pakai. Kita tetap cari upaya yang seharusnya karena investor pasti ada batasnya," imbuhnya.
Direktur Utama PT Marga Nujyasumo Agung, Budi Pramono menargetkan, Tol Sumo sudah bisa beroperasi penuh pada 2017 mendatang. Namun hal tersebut akan bisa tercapai jika masalah pembebasan lahan bisa diselesaikan dengan cepat.
"Saya bisa mempercepat konstruksi kalau tanah bisa dipercepat. Gambarannya pembangunan seksi IV ini pembebasan lahannya terakhir eksekusi Mei 2015 dan saya bisa bisa selesaikan konstruksi Desember 2015," jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengerjakan konstruksi Tol Sumo seksi IB, yakni sepanjang Western Ring Road (WRR) dengan panjang jalan sebesar 4,3 kilometer, seksi II (WRR-Driyorejo) sepanjang 5,1 km, dan seksi III (Driyorejo-Krian) sepanjang 6,1 km.
"Seksi IB sepanjang fisiknya sudah 65 persen. Tanahnya sudah 95 persen. Seksi II dan III panjangnya 11 km sudah kita mulai Maret ini. Persentasenya 1-2 persen. Semua sudah berjalan. Makanya saya berani target selesai 2017. Tapi kalau tanahnya bisa lebih cepat mungkin Desember 2016 selesai," pungkas Budi.
Baca juga:
Jasa Marga dituduh tukar kartu uang elektronik pelanggan
Jokowi: Tol Cisumdawu selesai tahun 2018
Kejagung alihkan pengolahan tol Pondok Pinang-Jagorawi JORR S
Kontraktor Tol Soroja janji lokasi proyek tak terendam banjir
Rizal: Jalan tol Bandung jadi hadiah Ridwan Kamil akhiri jabatannya
Menko Rizal akui masalah pembebasan lahan di Indonesia sulit diatasi
Masalah pembebasan lahan, jalan tol di Bandung mandek