Pembangunan Bandara Soedirman di Purbalingga memasuki tahap study amdal
Proses pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) Jenderal Besar Soedirman, Wirasaba, Kabupaten Purbalingga menjadi bandara komersial Soedirman memasuki tahap study amdal. Nantinya, amdal menjadi persyaratan proses lelang pekerjaan fisik.
Proses pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) Jenderal Besar Soedirman, Wirasaba, Kabupaten Purbalingga menjadi bandara komersial Soedirman memasuki tahap study amdal. Nantinya, amdal menjadi persyaratan proses lelang pekerjaan fisik.
Komandan Lanud JB Soedirman, Letkol Pnb Putu Sucahyadi mengatakan telah menyelesaikan pembahasan terkait masterplan dan Daerah Lingkungan Kerja (DLKR). Pihaknya tinggal menunggu surat dari Angkasa Pura II yang nantinya harus mendapatkan persetujuan dari Mabes TNI AU. Proses berikutnya, pada pekan depan akan dimulai kick off meeting atau pembahasan mengenai study amdal.
"Ini juga menjadi bagian prosedur pembangunan bandara," kata Putu Sucahyadi lewat siaran pers yang diterima merdeka.com, Minggu (4/11)
Menurut Putu, pembahasan study amdal akan dilakukan bersama Angkasa Pura II, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkab Purbalingga dan TNI AU. Bila pembahasan amdal sudah diselesaikan, lanjut Putu, maka proses pembangunan fisik dapat segera dimulai.
"Amdal ini menjadi persyaratan proses lelang pekerjaan fisik. Jadi setelah ini (study amdal-red) selesai, tentu akan dilanjutkan dengan pembangunan fisik," katanya.
Terkait kewajiban Pemkab Purbalingga dalam mendukung rencana pengembangan bandara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga, Imam Wahyudi mengatakan telah dipenuhi semua. Beberapa hal yang telah dilakukan di antaranya pengadaan tanah untuk penambahan landasan pacu bandara dan membuat jalan baru menuju bandara di Desa Tidu, Kecamatan Bukateja untuk pintu masuk bandara dan jalur BRT Trans Jateng.
"Kewajiban Pemkab sudah selesai. Tahap berikutnya tinggal kewajiban pemprov Jawa Tengah. Pemprov juga sudah siap," jelasnya.
Menurut Imam Wahyudi, pada kondisi existing sekarang, untuk rencana landasan 1.600 meter sudah siap. Termasuk untuk lahan RESA (Runway End Safety Area) pada runway 1.600 juga sudah tersedia. Sedangkan untuk kebutuhan perpanjangan landasan berikutnya dilakukan oleh Pemprov Jawa Tengah.
Sedang Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berharap pembangunan Bandara Jenderal Soedirman bisa menjadi sumbu memicu perekonomian di Purbalingga, terutama sektor pariwisata. Masyarakat Purbalingga diminta bukan hanya menjadi penonton saja namun bisa mendapatkan manfaatnya. Utamanya dalam mengembangkan Purbalingga sebagai tujuan wisata baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Baca juga:
Citilink layani rute Bandara Kertajati-Kualanamu PP mulai 9 November
Bandara Kertajati gratiskan biaya mendarat dan parkir pesawat
Bandara Kertajati, si cantik yang kurang dilirik
AP I siapkan Rp 500 miliar kelola 3 bandara Kemenhub
Pemerintah kaji Radin Inten jadi bandara internasional
Menhub Budi kunjungi Bandara Gatot Subroto di Lampung