Pemanfaatan bonus demografi kunci Indonesia jadi kekuatan ekonomi besar dunia
Menteri Bambang Brodjonegoro menegaskan pentingnya pemberdayaan kaum muda guna memanfaatkan bonus demografi. Dia menjelaskan, jika belajar dari pengalaman negara tetangga, maka, beberapa negara yang muncul sebagai kekuatan ekonomi dunia, mencapai puncak perkembangan perekonomian dengan memanfaatkan bonus demografi.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menegaskan pentingnya pemberdayaan kaum muda guna memanfaatkan bonus demografi. Dia menjelaskan, jika belajar dari pengalaman negara tetangga, maka, beberapa negara yang muncul sebagai kekuatan ekonomi dunia, mencapai puncak perkembangan perekonomian dengan memanfaatkan bonus demografi.
"Negara yang kita kenal sebagai negara maju, Jepang, Korea, China mencapai puncak kemajuan, ketika mereka sedang berada di fase bonus demografi. Wajar. Seharusnya kita jadi orang kaya saat kita sedang produktif," kata dia, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (29/8).
Jika bonus demografi tidak dimanfaatkan dengan baik, maka momentum untuk mendorong perekonomian bakal sulit didapatkan lagi. Dia mengambil Jepang sebagai contoh perkembangan ekonomi negara setelah era bonus demografi atau yang sudah berada di aging population.
"Ketika sudah lewat bonus demografi, maka ekonomi mulai stagnan. Pertumbuhan ekonomi Jepang antara 0 dan 1 persen. Gubernur bank sentral Jepang untuk dapat inflasi saja syukur. Karena mereka aging population. Demand jadi tidak sebaik dulu," kata dia.
Oleh karena itu, pemerintah mengapresiasi berbagai program pemberdayaan generasi muda. Sebab, akan mempersiapkan Indonesia untuk menyongsong bonus demografi.
"Generasi muda usia 16-30 tahun di Indonesia mencapai 63 juta orang, hampir 25 persen pemuda ada di Indonesia. Kita harus ubah peran mereka bukan saja sebagai penerima manfaat, tapi sebagai mitra dan inisiator," tandasnya.
Baca juga:
BPJS Ketenagakerjaan gandeng Kemenkumham tingkatkan kepesertaan pekerja migran
BKPM: Meski melambat, investasi masih menyerap tenaga kerja cukup besar
Ini ciri-ciri anak muda berkualitas versi Menko Luhut
Presiden Jokowi: Pekerja China di Indonesia cuma 23.000, orang kita di sana 80.000
7 Hal ini bisa menandakan Anda bakal naik jabatan
Susun RAPBN 2019, Presiden Jokowi minta fokus pembangunan sumber daya manusia
3 Bidang pekerjaan ini dibutuhkan di industri fintech