LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pelindo VI gandeng Belanda bangun pelabuhan dan KEK Maluku

Pengembangan tahap pertama bakal mencakup daratan seluas 300 hektare (ha).

2016-03-16 18:01:49
Pelabuhan
Advertisement

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan pelabuhan dan kawasan ekonomi khusus (KEK) terpadu di Provinsi Maluku. Nantinya pemerintah Belanda akan bertindak sebagai pelaksana studi dan membiayai sepenuhnya pengembangan di wilayah Batugong dan Waai Tulehu.

"Berdasarkan hasil studi tersebut, Pelindo IV juga akan bekerja sama dengan Provinsi Maluku untuk melakukan pengembangan wilayah tersebut menjadi sebuah kawasan kepelabuhanan dan KEK terpadu," kata Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung dalam keterangan pers, Jakarta, Rabu (16/3).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pengembangan tahap pertama bakal mencakup daratan seluas 300 hektare (ha). Sementara untuk pelabuhan memiliki panjang dermaga 1.000 meter dengan kedalaman kolam pelabuhan -16 meter LWS.

Advertisement

Adapun pengembangan meliputi fasilitas kepelabuhanan serta kawasan industri yang akan menjadi pusat pengolahan hasil sumber daya perikanan dan agroindustri. Nantinya pengembangan kawasan tidak hanya di Maluku saja, tetapi juga wilayah di sekitarnya.

"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan interkonektivitas pelabuhan yang terdapat di Indonesia Timur dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Maluku dan sekitarnya, sehingga disparitas harga maupun potensi ekspor wilayah tersebut dapat optimal," jelasnya.

Menurut Doso, pembangunan fasilitas pelabuhan membutuhkan dana sebesar Rp 150 miliar. Sekitar Rp 100 miliar berasal dari penyertaan modal negara (PMN), sedangkan sisanya kas internal perusahaan.

Advertisement

"Pembangunan fasilitas pelabuhan diharapkan selesai pada 2018, sehingga pada saat Pelabuhan Ambon eksisting mencapai kapasitas dan kapabilitas maksimalnya, yaitu pada 2022 sudah dapat memanfaatkan fasilitas pelabuhan di lokasi yang baru ini sebagai alternatif."

Baca juga:
Lima strategi pemerintah tekan dwelling time
Baru 18 pengusaha pemilik pelabuhan siap layani pelayanan umum
Swasta keberatan aturan izin kelola pelabuhan, takut tak balik modal
Jonan: Kereta cepat beroperasi pertengahan 2019
Setahun terakhir, PGN bangun jaringan pipa 825 kilometer
Jokowi targetkan pembangunan Waduk Gondang Karanganyar selesai 2017

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.