LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pasca Pembentukan Sub Holding, PGN Diminati Perusahaan Gas Asing

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo mengatakan pasca pembentukan sub holding gas, pihaknya menerima sejumlah tawaran kerja sama. Termasuk dari perusahaan gas luar negeri.

2019-02-16 16:30:00
PGN
Advertisement

PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS) menyatakan kesiapannya sebagai sub-holding migas, hal ini usai akuisisi PT Pertamina Gas atau Pertagas selesai dilakukan.Pembentukan Sub Holding Gas memang diproyeksikan membawa banyak manfaat bagi negara maupun perusahaan.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo mengatakan pasca pembentukan sub holding gas, pihaknya menerima sejumlah tawaran kerja sama. Termasuk dari perusahaan gas luar negeri.

"Kita sekarang sudah banyak yang mau kerja sama dengan kita ada Osaka Gas, ada Tokyo Gas, ada Beijing Gas untuk bersama-sama dengan kita," kata dia, di sela-sela acara Employee Gathering, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (16/2).

Advertisement

Dilo menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut berminat untuk bekerja sama dalam proyek pembangunan infrastruktur gas di Indonesia. "Mereka mau, semenjak tahu kita sudah gabung dan kita punya program-program kayak gini," jelasnya.

Meskipun demikian, kata Dilo, saat ini, PGN masih fokus untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan dalam negeri. "Tapi kita lebih mengutamakan semuanya, perusahaan-perusahaan lokal kita untuk bersama-sama (bekerja sama), maka gasnya buat kita-kita juga," paparnya.

Untuk diketahui, dengan terintegrasinya infrastruktur PGN dan Pertagas, secara langsung Sub Holding Gas ini menguasai lebih dari 96 persen portofolio hilir gas.

Advertisement

Hal ini pun akan menyukseskan capaian target RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) hingga tahun 2025. Di antaranya sebanyak 4,7 juta Sambungan Rumah Tangga (SRT) baru, 6.302 km pipa hilir, dan 5.437 km pipa hulu.

Dari sisi keuangan, integrasi Pertagas di bawah PGN akan menuai benefit. Berdasarkan hitung-hitungan, pembentukan Sub Holding Gas akan memberikan benefit sebesar USD 77 juta, bahkan pada tahun 2022 benefit itu bisa membesar hingga USD 132 juta.

Terkait kinerja, Sub Holding Gas akan menggarap beberapa program pada tahun ini. Program itu antara lain target niaga gas bumi sebesar 936 BBTUD, jumlah pelanggan 364.808. Selain itu panjang jaringan pipa sepanjang 10.547 kilo meter dan transportasi gas bumi sebanyak 2.189 MMScfd.

Baca juga:
Perkuat Sub Holding, PGN-Pertagas Luncurkan Brand Baru
PGN Butuh Rp 12,5 Triliun Bangun 5 Juta Jaringan Gas Baru Hingga 2025
Bos PGN: Aturan Baru soal Jargas Percepat Pembangunan 400.000 Sambungan
Tahun 2019, PGN Targetkan 244 Ribu Pelanggan
Resmi Jadi Sub Holding Gas, PGN Siapkan Rencana di 2019
Menteri Jonan Ungkap Untung Masyarakat Gunakan Gas Bumi Dibanding Elpiji
Resmi Jadi Sub Holding Gas, PGN Akuisisi Pertagas Senilai Rp 20,18 Triliun

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.