Pasar Modal Buka Pintu Biayai Pembangunan Infrastruktur
Nyoman menjelaskan, dari 653 perusahaan yang tercatat di bursa saat ini, sebanyak 74 perusahaan tercatat yang masuk dalam kategori sektor infrastruktur utility dan transportation.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna menyebutkan bahwa pemanfaatan pasar modal dalam pengembangan infrastruktur dalam negeri masih sangat besar.
Menurutnya, sebanyak 17 persen dari total penggalangan dana melalui saham dan surat utang di 2019 berasal dari sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi.
"Kita akan support dari bursa sehingga infrastruktur ke depan bisa dibiayai dari pasar modal," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (27/9).
Nyoman menjelaskan, dari 653 perusahaan yang tercatat di bursa saat ini, sebanyak 74 perusahaan tercatat yang masuk dalam kategori sektor infrastruktur utility dan transportation.
"Perkembangan pembiayaan infrastruktur di bursa tentunya bisa kita lihat dari aktivitas perusahaan tercatat yang masuk ke dalam sektor infrastruktur utility dan transportation," sebut dia.
Bursa saham sudah melakukan upaya untuk meningkatkan partisipasi pasar modal sebagai instrumen pendanaan untuk proyek-proyek infrastruktur.
"Kita sudah melakukan penerbitan peraturan di pencatatan unit penyertaan dana, investasi infrastruktur berbentuk kontrak investasi kolektif di bursa pada tanggal 10 april 2019," ujarnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Jokowi Kembali Bakal Bangun 2.084 Km Jalan Tol Hingga 2024
3 Perusahaan Siap Uji Coba Pemanfaatan Limbah Smelter untuk Bangun Jalan
Pemerintah Bangun Flyover dan Underpass di 500 Perlintasan Sebidang Jakarta-Surabaya
Memantau Pembangunan JPO Pasar Minggu Senilai Rp 7 Miliar
Per Agustus 2019, PT PP Presisi Raup Kontrak Baru Sebesar Rp2,7 Triliun
15 Kesiapan Infrastruktur Kaltim Jadi Ibu Kota Baru