Pandemi dan Cuaca Ekstrem Sebabkan Harga Pangan Tak Stabil
Harga komoditas pangan pada Februari 2021 terpantau belum stabil. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, seperti pandemi dan cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh daerah di Indonesia.
Harga komoditas pangan pada Februari 2021 terpantau belum stabil. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, seperti pandemi dan cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh daerah di Indonesia.
Menurut pantauan Liputan6.com di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (17/2), harga beberapa bahan pangan seperti bawang putih dan cabai rawit merah terpantau naik. Harga bawang putih tidak stabil dan cenderung naik turun dengan rata-rata Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogramnya.
"Cabai rawit merah kita jualnya Rp 83.000 per kilogram," ujar salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Kramat Jati, Suhadi, kepada Liputan6.com.
Komoditas lain seperti bawang merah masih berada di kisaran harga Rp 36.000 per kilogramnya. Lalu untuk ayam ras harganya bervariasi. Untuk ukuran kecil dipatok Rp 28 ribu per ekor, dan untuk ukuran besar dipatok Rp 30.000 per ekor.
Harga Daging Sapi
Harga daging sapi juga sempat mengalami peningkatan karena adanya Hari Raya Imlek 2021 menjadi Rp 126.000 per kilogram.
"Ya, tapi sekarang sudah turun, sekarang Rp 110.000 per kilogram," ujar salah satu pedagang daging, Wahidin.
Kendati belum stabil, pemerintah menegaskan akan menjamin stok dan harga pangan terutama menjelang Ramadan dapat tercukupi dengan baik. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu, mengatakan akan mengintervensi distribusi pangan sekaligus melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga dan menekan laju inflasi.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)