LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pandangan Kubu Jokowi dan Prabowo Mengenai Angka Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Rama Pratama memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif, meski berada pada angka 5 persen.

2019-04-11 14:27:29
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Rama Pratama memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif, meski berada pada angka 5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen, ternyata banyak lembaga-lembaga internasional memproyeksikan Indonesia tumbuh positif meksi tipis. Artinya apa? Kalau ada yang bilang tanpa ada pemerintah bisa terjadi, gak fair," kata dia dalam sebuah acara diskusi di UI Salemba, Jakarta, Kamis (11/4).

Dia menjelaskan, angka 5 persen diraih di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian merupakan sebuah prestasi dan hasil kerja keras pemerintah.

Advertisement

"Di tengah ekonomi global yang gloomy, Indonesia masih bisa menjaga momentum pertumbuhannya, ini artinya ada effort (usaha) untuk menjaga momentum tersebut. Kalau mau fair, ini tentu ada kerja pemerintah. Artinya secara makro kita sudah on track," tegasnya.

Sementara itu, untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi 7 persen seperti janji Jokowi, dia menyebutkan setidaknya butuh 2 periode. Sehingga dia berharap Jokowi dapat kembali memenangkan pilpres tahun ini.

"7 Persen ini kan framenya 10 tahun jadi harus dipilih kembali," ujarnya.

Advertisement

"Pertumbuhan ekonomi 7 persen bisa di 2023. Tapi semua yang sudah kita kerjakan sudah on track dan proyeksi ke depan sudah bagus. Tercapai 7 persen untuk itulah perlu 2 periode," tambahnya.

Dalam kesempatan serupa, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Arie Mufti menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi 5 persen adalah bukti Jokowi tidak mampu menepati janjinya selaku presiden.

"Kondisi pertumbuhan ekonomi 5 persen ini adalah jebakan. Pak Jokowi sadar bahwasanya dia harus keluar dari jebakan ini," ujarnya.

Dia menyebutkan Indonesia harus keluar dari zona pertumbuhan ekonomi 5 persen agar dapat keluar dari middle income trap. "Merealisasikan pertumbuhan yang cukup agar keluar dari middle income trap. Jadi ketika berjanji, Pak Jokowi benar (harus 7 persen), sayangnya pada saat merealisasikannya, Pak Jokowi tidak mampu," ujarnya.

Dia menyatakan, janji Jokowi membawa Indonesia pada pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen sudah tepat. Sebab angka tersebut dapat menjadi tiket bagi Indonesia untuk menuju status menjadi negara maju.

"Problemnya bukan di janji. Siapapun pemimpinnya harus mewujudkan 7 persen ini agar keluar dari middle income trap. Kalau cuma 5 persen, cuma medioker," tutupnya.

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi Dunia Turun, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?
Proyeksi Ekonomi Dunia Turun, Industri RI Bakal Kena Imbas
Dolar AS Melemah Usai AS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2019 Menjadi 3,3 Persen
Ritel Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Diprediksi Hanya 5,1 Persen

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.