OVO Gandeng Jaringan PRIMA Permudah Layanan Isi Ulang
PT Visionet Internasional atau yang lebih dikenal sebagai OVO menjalin kerjasama dengan PT Rintis Sejahtera sebagai pengelola Jaringan PRIMA. Kerja sama ini untuk meningkatkan kualitas layanan saat melakukan isi ulang (top up) OVO.
PT Visionet Internasional atau yang lebih dikenal sebagai OVO menjalin kerjasama dengan PT Rintis Sejahtera sebagai pengelola Jaringan PRIMA. Kerja sama ini untuk meningkatkan kualitas layanan saat melakukan isi ulang (top up) OVO.
Peresmian kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan piagam kemitraan yang dilakukan Haryanto Gunawan, Director of Enterprise Payment dan Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera Iwan Setiawan.
"Hubungan kerjasama ini merupakan salah satu wujud komitmen OVO untuk terus meningkatkan layanan yang lebih baik demi kenyamanan pengguna yang terus bertambah," ujar dia di The Westin Hotel, Senin (1/7).
Rintis dan OVO sendiri telah menjalin kemitraan sejak 5 Oktober 2018 untuk layanan top up OVO. Lewat kerjasama terbaru ini, pengguna OVO dapat melakukan top up dari 10 bank mitra Jaringan PRIMA. Antara lain, Bank CIMB Niaga, Bank OCBC NISP, Bank Danamon, Bank Maybank, BRI Syariah, Bank Sinarmas, Bank Mega, Bank DBS, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Bukopin.
Sedangkan 22 mitra bank dan non-bank yang akan segera terhubung untuk layanan top up OVO di tahap selanjutnya yakni Bank Sumsel Babel, BTPN, Bank Muamalat, Bank UOB Indonesia, Bank Maluku Malut, Bank Papua, dan Bank Woori Saudara.
Selanjutnya, Bank Shinhan, Bank Panin, Bank Jatim, Bank Sumut, Prima Master Bank, Bank Sahabat Sampoerna, Bank Mega Syariah, BPD DIY, Bank Kaltimtara, BPD Bali, Bank Nagari, Bank Index, Bank Mayapada, Bank DKI, dan Pegadaian.
Sementara Iwan Setiawan mengutarakan, pihaknya telah banyak berkolaborasi dengan perbankan sejak pertama kali berdiri pada 2000. PRIMA disebutnya ingin memberi kemudahan pelayanan kepada para pengguna OVO.
"Melalui kerjasama ini, Jaringan PRIMA berkomitmen untuk mendukung strategi kolaborasi dengan OVO dalam meningkatkan layanan transaksi elektronik penggunanya secara aman, nyaman dan efisien dengan tingkat layanan tinggi," tuturnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menteri Rini Resmikan Aplikasi Elektronik BUMN LinkAja
Pembayaran Transportasi Umum Diharapkan Bisa Terintegrasi Lewat Elektronifikasi
Pemerintah dan BI Sepakati 12 Program Dorong Transaksi Digital
Strategi BI Jaga Nasib Uang Kertas di Tengah Perkembangan Pembayaran Nontunai
Suntik Modal Rp300 Miliar, BRI Kuasai 19 Persen Saham LinkAja
Kembangkan Industri Halal, BUMN Luncurkan LinkAja Syariah