Otorita Danau Toba Gandeng Bank Indonesia Kembangkan Potensi Ekonomi Desa
"Jika kawasan wisata Danau Toba maju, maka ekonominya, pertaniannya, UMKM-nya dan masyarakatnya juga akan maju secara keseluruhan. Itu yang kita semua harapkan melalui program ini."
Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menggandeng Bank Indonesia dalam pengembangan ekonomi Kawasan Danau Toba. Peresmian Kerja Sama Pengembangan Ekonomi tersebut dilaksanakan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir belum lama ini.
Kepala Departemen Regional I Bank Indonesia, Suhaedi mengatakan, Danau Toba bukan hanya sekadar kawasan pariwisata. Tapi juga dapat menjadi kawasan ekonomi terpadu. Untuk itu Bank Indonesia dibutuhkan kehadirannya guna memulai perencanaan pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba tersebut.
"Jika kawasan wisata Danau Toba maju, maka ekonominya, pertaniannya, UMKM-nya dan masyarakatnya juga akan maju secara keseluruhan. Itu yang kita semua harapkan melalui program ini," tutur Suhaedi.
Suhaedi menambahkan bahwa Provinsi Sumatera Utara seharusnya dapat menjadi motor perekonomian Pulau Sumatera secara keseluruhan. Namun dia menilai dalam beberapa tahun terakhir provinsi ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang masih belum dioptimalkan.
"Dengan berbagai program dan rencana yang akan dilaksanakan bersama BPODT, harapan kita Sumatera Utara secara khusus pertumbuhan ekonominya tidak lagi berada di bawah pertumbuhan nasional. Serta mampu mendorong perekonomian propinsi-propinsi sekitar," tambah Suhaedi.
Sementara itu, Direktur BPODT Arie Prasetyo menyatakan bahwa salah satu program yang sedang dan akan berjalan bersama BI adalah terkait pengembangan ekonomi dalam hal komoditas pertanian, salah satunya bawang merah. Sebagai tindak lanjut, akhir pekan ini telah dilaksanakan penanaman benih bawang merah di Desa Sigapiton.
"Desa Sigapiton ini dulunya menjadi salah satu desa yang terkenal sebagai penghasil bawang merah di Danau Toba. Untuk membangkitkan ekonomi lokal kita merangkul BI dengan program CSR mereka untuk membantu dan melatih para petani lokal agar lebih giat kembali menanam bawang merah," katanya.
Arie berharap dalam waktu beberapa bulan ke depan ekonomi Desa Sigapiton dapat menjadi produktif kembali. Desa tersebut dapat diperhitungkan kembali menjadi salah satu penghasil bawang merah dan berbagai komoditas seperti kopi yang berkualitas di Kawasan Danau Toba. "Selain bawang merah, di Desa Sigipiton juga terdapat pertanian beras dan kopi yang cukup bagus. Seperti diketahui, kopi adalah komoditas yang juga dapat menarik potensi wisatawan lokal dan mancanegara."
Terkait wisatawan mancanegara, menurut Arie, trennya saat ini wisatawan mancanegara lebih ingin tinggal dan menikmati suasana di desa. Bahkan ada beberapa kegiatan sukarela dari wisatawan mancanegara untuk mengajarkan bahasa Inggris di desa-desa.
"Untuk itu, salah satu fokus kami yaitu membuat para wisatawan lebih betah tinggal di desa. Harapannya dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat."
Baca juga:
BI dan Bank Sentral China Perbarui Perjanjian Swap Menjadi USD 30 Miliar
BI Soal ULN Triwulan III Melambat: Sumbangan Kepada PDB Kita Itu Positif
Pengamat Sarankan BI Tak Naikkan Suku Bunga Acuan Pada Desember 2018
BI Sebut Kenaikan Suku Bunga Tak Pengaruhi Kredit Bermasalah
Suku Bunga Acuan BI Naik, Ini Kata Pengamat
Rekening Devisa Hasil Ekspor Masih Tunggu Putusan Pemerintah