Okupansi Hotel MotoGP Mataram 2026 Diprediksi Melonjak Berkat Dolar Menguat dan Pembalap Lokal
Asosiasi Hotel Mataram (AHM) optimistis okupansi hotel MotoGP Mataram 2026 akan mencapai puncaknya, didorong oleh penguatan dolar AS dan kehadiran pembalap lokal Indonesia, menjanjikan lonjakan kunjungan wisatawan.
Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan optimisme tinggi terhadap peningkatan okupansi hotel MotoGP Mataram 2026. Peningkatan ini diprediksi terjadi saat perhelatan akbar MotoGP pada bulan Oktober 2026.
Ketua AHM, I Made Adiyasa Kurniawan, menargetkan tingkat hunian hotel bisa mencapai di atas 95 persen. Target ambisius ini diharapkan tercapai, didorong oleh berbagai faktor pendorong.
Optimisme ini didasari oleh dua faktor utama: penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah, serta kehadiran pembalap lokal Indonesia. Kedua faktor ini diharapkan menarik minat wisatawan mancanegara maupun domestik secara signifikan.
Penguatan Dolar AS dan Daya Tarik Wisatawan Mancanegara
Nilai dolar AS yang kini telah mencapai Rp18 ribu lebih per dolar AS, membuka peluang besar bagi wisatawan mancanegara. Kondisi ini membuat biaya perjalanan dan akomodasi menjadi lebih terjangkau bagi turis asing yang ingin berlibur ke Indonesia, khususnya NTB.
Perhelatan MotoGP di Mandalika menjadi magnet tambahan bagi mereka yang belum pernah menyaksikan ajang balap motor kelas dunia ini secara langsung. Fenomena ini diperkirakan akan mendorong lonjakan kunjungan.
AHM berharap, efek penguatan dolar ini dapat mendorong penjualan kamar hotel lebih awal. Mereka menargetkan bahwa kamar hotel sudah habis terjual atau sold out pada bulan Agustus atau September 2026, jauh sebelum balapan dimulai.
Peran Pembalap Lokal dan Animo Masyarakat
Selain faktor ekonomi, peningkatan okupansi hotel MotoGP Mataram 2026 juga diprediksi karena adanya pembalap lokal Indonesia. Fadillah Arbi Aditama (Vega) dan Mario Aji akan berlaga pada musim balap tahun ini, menambah daya tarik tersendiri.
Kehadiran mereka diyakini akan menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi para pencinta otomotif tanah air. Animo masyarakat Indonesia untuk mendukung pembalap kebanggaan mereka di sirkuit Mandalika diperkirakan sangat tinggi, memicu perjalanan ke Mataram.
AHM melihat kehadiran pembalap Indonesia pasti akan sangat berpengaruh besar terhadap penjualan kamar hotel di Mataram. Hal ini diharapkan mampu melampaui target okupansi tahun 2025, menciptakan rekor baru.
Strategi Promosi dan Perbandingan Okupansi
Pada tahun sebelumnya, okupansi hotel di Mataram saat MotoGP mencapai 85 persen. Angka ini tercapai pada hari-hari terakhir menjelang balapan atau last minute, menunjukkan potensi yang besar.
Untuk MotoGP 2026, AHM akan bergerak lebih cepat dengan menawarkan berbagai promosi paket-paket khusus MotoGP. Tujuannya agar okupansi hotel bisa terisi lebih cepat, dengan target penuh pada Agustus-September 2026.
Para pelaku hotel di Mataram saat ini sudah mulai mempersiapkan berbagai promosi. Mereka berupaya mengoptimalkan peluang dari perhelatan MotoGP dan penguatan nilai dolar terhadap rupiah, demi menarik lebih banyak tamu.
Meskipun demikian, okupansi hotel di Mataram saat ini masih relatif normal dan stabil, dengan rata-rata tingkat hunian sekitar 60 persen yang didominasi wisatawan lokal. Penguatan nilai tukar dolar di Kota Mataram sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel secara keseluruhan, namun kawasan resor di kabupaten lain mungkin sudah merasakan lonjakan kunjungan wisatawan asing.
Sumber: AntaraNews