Oktober, Menteri Jonan sebut akan ada perjanjian listrik EBT baru capai 300 MW
Oktober, Menteri Jonan sebut akan ada perjanjian listrik EBT baru capai 300 MW. Tahun ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menandatangani 60 kontrak dengan Independent Power Producer (IPP) terkait pembelian listrik EBT. Per hari ini, EBT atau renewable energi yang telah dikontrak itu sudah 723 MW.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menuturkan akan ada perjanjian kontrak baru listrik energi baru terbarukan (EBT) bulan depan. Perjanjian kontrak pembelian listrik EBT Oktober mendatang mencapai 300 mega watt (MW).
"Mudah-mudahan bulan Oktober ada penandatangan lagi IPP renewable energy 200-300 MW lagi," ujar Menteri Jonan, saat membuka acara peresmian dan seminar pertambangan dan energi expo 2017, di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (26/9).
Tahun ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menandatangani 60 kontrak dengan Independent Power Producer (IPP) terkait pembelian listrik EBT. Per hari ini, EBT atau renewable energi yang telah dikontrak itu sudah 723 MW.
"Sampai hari ini yang dikontrak itu sudah 723 MW. Di luar panas bumi ini," kata Menteri Jonan.
Dia menambahkan, jika dengan panas bumi, maka potensi kapasitas pembangkit dapat mencapai 1 Giga Watt (GW). Menteri Jonan mengungkapkan pencapaian kontrak EBT tahun ini lebih baik dibanding tiga tahun lalu.
Baca juga:
Pemerintah pasang panel surya di 2.000 desa yang belum terlistriki
ESDM sebut potensi energi arus laut Indonesia terbesar di dunia
Masih gunakan energi primer, emisi CO2 Indonesia meningkat dua kali lipat
Jonan sebut mobil listrik akan bantu ketahanan energi nasional
Menteri Jonan banggakan 10 bulan menjabat berhasil wujudkan 700 MW energi terbarukan
Meski butuh, Menteri Jonan pastikan tarif listrik energi baru terbarukan harus murah
Temui Menko Luhut, Kadin meminta perbaikan tarif energi baru terbarukan