OJK sebut kinerja pertumbuhan ekonomi pengaruhi keuangan syariah
Muliaman optimis pertumbuhan ekonomi tahun depan bergerak tumbuh lima persen. Menurutnya, angka lima persen itu harus mampu dioptimalkan dengan cara penambahan lapangan pekerjaan.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mengatakan industri keuangan syariah tengah mengalami penurunan. Hal ini seiring merosotnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tak sesuai target pemerintah.
"Kita harus bekerja keras sebagai ekonomi yang terbuka. Kinerja ekonomi kita berpengaruh di luar disana ketika terjadi pertumbuhan penurunan ekonomi di luar tak terkecuali keuangan syariah," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Sabtu (19/11).
Kendati demikian, Muliaman optimis pertumbuhan ekonomi tahun depan bergerak tumbuh lima persen. Menurutnya, angka lima persen itu harus mampu dioptimalkan dengan cara penambahan lapangan pekerjaan.
"Kemampuan daya serap ekonomi terhadap lapangan pekerjaan itu diperlukan, itu tuntutan mencapai tingkat ekonomi yang baik," jelasnya.
Dalam upaya ini, OJK terus berupaya melakukan sosialisasi seperti, membangun Sumber Daya Manusia (SDM), membangun kedalaman pasar keuangan, serta mensosialisasikan sistem keuangan kepada masyarakat.
"Dengan terbangunnya sinergi ini banyak yang bisa diupayakan atau dimanfaatkan, Pada situsi saat ini kita harus dituntut inovatif dan kreatif," pungkasnya.
Baca juga:
Rupiah ditutup melemah di level Rp 13.428 per USD
TNP2K: 22,3 Juta orang kaya masih terima subsidi listrik
Kapolri: Isu rush money 25 November hoax!
Santainya pemerintah hingga pelaku usaha atas isu rush money
DPR: Isu rush money hanya untuk memperkeruh suasana kasus Ahok
PLN ungkap dari 4 juta pelanggan 900 VA hanya 2,8 juta laik subsidi
Bos BI sebut harga pangan naik tekan inflasi November