Santainya pemerintah hingga pelaku usaha atas isu rush money
Merdeka.com - Awal pekan ini, masyarakat diramaikan kabar yang beredar di media sosial mengenai ajakan untuk menarik uang dari bank secara bersama-sama pada 25 November. Gerakan ini dilakukan bersamaan dengan rencana dilaksanakannya demo susulan pada 25 November terkait kasus penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.
Menanggapi kabar ini sejumlah kalangan baik di pemerintah, pelaku bisnis, hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menanggapi santai. Mereka kebanyakan tidak terlalu khawatir dan meminta masyarakat tetap tenang.
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menilai para aktor politik saat ini sudah tidak memiliki sifat negarawan. Sebab, tidak bisa menempatkan suatu kepentingan dalam koridornya.
"Itu sih janganlah mengada-ada, itu namanya sudah mengalihkan langkah-langkah sifatnya ekonomi. padahal itu persoalan politik. itu namanya sudah tidak negarawan," kata Menko Darmin di Kantornya, Jakarta.
Menko Darmin percaya gerakan rush money tak mungkin terjadi. "Jangan terlalu sensitif terhadap isu macam-macam. Tidak ada alasan untuk terjadi rush money," katanya.
Ketika ditanyai mengenai efek pada ekonomi, Darmin mengaku tidak tahu. Namun, demo menurut Darmin tidak ada untungnya sama sekali.
"Saya tidak tahu, tapi jangan lupa tergantung seberapa masif, tapi saya melihat hal-hal itu tidak bagus dilakukan, karena enggak ada yang untung sama sekali," katanya.
Selain Menko Darmin, salah satu wanita paling berpengaruh di dunia pun turut menanggapi kabar ini. Siapa dan apa katanya? (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya