LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK: Rupiah membaik jadi bukti ekonomi Indonesia cerah

Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD akan mendorong perbaikan iklim investasi.

2016-02-11 13:42:48
OJK
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) semakin menguat. Menurut data Bloomberg, Rupiah menyentuh angka Rp 13.445,- per USD pada jeda siang perdagangan, Kamis (11/2).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD akan mendorong perbaikan iklim investasi.

"Itu kan nilai tukar ya, kalau nilai tukar kita membaik tentu nanti iklim investasi akan membaik, tapi tentu kita akan lihat secara detil ya, investasi di bidang apa dan lain-lain," kata Nurhaida di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (11/2).

Advertisement

OJK bersama pemerintah dan Bank Indonesia, lanjut Nurhaida, masih terus mengantisipasi pergerakan ekonomi global meski Rupiah tampak semakin membaik. Kendati demikian, penguatan Rupiah terhadap USD tidak bisa diprediksi akan bertahan hingga berapa lama.

"Kalau (prediksi sampai kapan) itu kita enggak bisa, itu kan volatile global, banyak sekali faktor yang mempengaruhi, misalnya Fed Fund Rate, kemarin itu FOMC itu tetap ya tidak berubah, tetapi kemudian ada juga yang memperkirakan mungkin akan terjadi perubahan dan itu banyak sekali item yang mempengaruhi," jelas Nurhaida.

Nurhaida melihat, kondisi perekonomian 2016 akan semakin baik. Hal ini sudah tercermin dari membaiknya nilai tukar Rupiah dan jumlah investasi masuk di awal 2016.

Advertisement

"Bursa kita indeks data per Januari meningkat 0,48 persen, IHSG Februari, kemarin sudah naik 3,3 persen. Kita melihat sudah ada inflow, year to date saham asing Rp 0,3 triliun dibandingkan tahun lalu akhir 2015 outflow Rp 40 triliun. Ini perkembangan berarti di pasar modal kita. Terjadi beberapa perbaikan," jelas Nurhaida.

"Kita lihat semester dua 2015 itu sudah semakin baik dari semester I dan di awal 2016 ini paling tidak sektor pasar modal itu terjadi pertumbuhan yang bagus, tetapi bagaimana kemudian kita bisa menjaga agar pertumbuhan ini sustain," tutup Nurhaida.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.