OJK Harap Layanan Pembukaan Rekening Online Tingkatkan Investor Modal
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen menyatakan sebagian besar investor pasar modal berasal dari kota besar. Seiring dengan diluncurkan simplifikasi pembukaan rekening efek online, Husein ingin sebaran investor tidak terpusat di kota besar saja.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen menyatakan sebagian besar investor pasar modal berasal dari kota besar. Seiring dengan diluncurkan simplifikasi pembukaan rekening efek online, Husein ingin sebaran investor tidak terpusat di kota besar saja.
"Jaringan pemasaran perusahaan efek hanya terfokus di kota besar. Dengan adanya simplifikasi pembukaan rekening saham online, persebaran investor harus lebih luas," ungkapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (28/3).
Pertumbuhan total investor tidak lepas dari peran manajer investasi dan peran agen pemasaran efek dan broker. Selain itu, prosedur pembukaan rekening saham yang mudah juga turut mempengaruhi jumlah investor, karena semakin mudah pembukaan rekening maka semakin banyak pula calon investor yang datang.
Sementara, Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Syafruddin menyatakan tidak ada target khusus penambahan investor imbas simplifikasi pembukaan rekening ini.
"Kalau itu tidak ada target, ya. Kalau mau dibilang meningkat pasti, sekarang saja yang masih manual sudah banyak (investor), apalagi kalau mekanismenya sudah online karena akan lebih mudah," pungkas Syafruddin.
Pasar modal mengalami perkembangan yang kian meningkat. Tercatat hingga 22 Maret 2019, sudah terdapat 1,7 juta investor pasar modal. Selama lima tahun terakhir, jumlah single investor identification (SID) saham meningkat 151 persen dari 364.465 menjadi 915.675 (Desember 2014 hingga 22 Maret 2019).
SID Reksa Dana meningkat 239 persen dari 320.063 menjadi 1.085.670. Begitu pula SID SBN meningkat 102 persen dari 105.690 menjadi 214.301.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
KSEI Soroti Sistem Keamanan Layanan Pembukaan Rekening Online
OJK Resmikan Layanan Pembukaan Rekening Efek dan Dana Nasabah Online
Resmi Akuisisi Phapros, Kimia Farma Rogoh Rp 1,36 Triliun
Wijaya Karya Bagikan Dividen 2018 Kisaran 20 Hingga 30 Persen dari Laba
Akan Go Public, Lion Air Sudah Ikut IPO Masterclass di BEI
BEI Optimistis Target 75 Perusahaan IPO Tahun ini Tercapai