LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

OJK catat masih banyak aduan terkait asuransi unit link

Masalah ini bisa terjadi karena masyarakat tidak paham sistem kerja unit link. Asuransi unit link, sebenarnya baru akan menguntungkan jika dicairkan 10 hingga 15 tahun. Masalahnya lagi, agen asuransi tidak menjelaskan mengenai hal ini.

2017-04-02 12:47:00
Asuransi
Advertisement

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, aduan masyarakat terkait unit link masih cukup tinggi yaitu mencapai 8 persen dari total aduan di 2016. Angka ini di bawah aduan mengenai suretyship (31 persen), harta benda atau properti (18 persen) dan kesehatan (10 persen).

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II OJK, kristianto Andi Handoko mengatakan, banyaknya aduan karena masyarakat kurang memahami unit link dan agen asuransi yang tidak detail menjelaskan.

"Jadi ada orang mengadu ke kita, mereka nabung (unit link) Rp 1 juta sebulan. Setelah setahun dicairin tapi uangnya kembali hanya Rp 4 juta. Masalah ini mereka mengadu ke OJK," katanya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/4).

Advertisement

Masalah ini bisa terjadi karena masyarakat tidak paham sistem kerja unit link. Asuransi unit link, sebenarnya baru akan menguntungkan jika dicairkan 10 hingga 15 tahun. Masalahnya lagi, agen asuransi tidak menjelaskan mengenai hal ini.

"Agen asuransi biasanya jelaskan mengenai return sekian, enggak diinformasikan unit link jangka panjang. Nabung di unit link sebenarnya juga tidak bisa uang buat keperluan dapur, ini seperti uang hilang," katanya.

Andi menjelaskan, asuransi unit link dalam mencari untung tetap menginvestasikan uang nasabah. Setidaknya, 50 persen dari premi yang dibayar diinvestasikan lagi oleh unit link.

Advertisement

"Jadi misalny bayar premi Rp 1 juta, itu Rp 500.000 diinvestasikan lagi. Jadi kalau dicairkan lagi dalam satu tahun ya wajar nasabah dapatnya Rp 4 hingga Rp 6 juta."

"Tapi kalau 5 sampai 10 tahun baru kebayar semua itu premi yang disetor. Jadi satu tahu di redeem dapatnya sedikit," tutupnya.

Baca juga:
Sompo Insurance incar premi Rp 2 triliun tahun ini
PT Sompo Insurance Indonesia capai premi bruto Rp 1,4 triliun
Bayar premi Allianz di Indomaret genjot transaksi nontunai Stanchart
Kepemilikan saham asing di asuransi dibatasi maksimal 80 persen
Tumbuh tertinggi, kontribusi sektor keuangan pada ekonomi terus naik

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.