NPCT 1 milik Pelindo II dipamerkan di konferensi pelabuhan se-dunia
NPCT 1 milik Pelindo II dipamerkan di konferensi pelabuhan se-dunia. Ini dilakukan karena masih belum banyak pengusaha yang mengetahui lini usaha terbaru antara Pelindo yang menggandeng Mitsui Co sebagai operator pelabuhan untuk NPCT 1. Target utamanya adalah mengajak para pelaku industri di Asia untuk bisa singgah.
Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan 30th Internasional Association of Ports & Harbors Worlds Conference 2017 di Bali. Sekitar 1.000 pelaku usaha dari berbagai negara berkumpul dalam acara ini.
Dalam ajang ini, President Director PT New Priok Container Terminal One (NPCT 1), Makoto Saito memamerkan terminal baru tersebut kepada para pelaku industri Asia Pasifik. Ini dilakukan karena masih belum banyak pengusaha yang mengetahui lini usaha terbaru antara Pelindo yang menggandeng Mitsui Co sebagai operator pelabuhan untuk NPCT 1.
"Perusahaan kami baru berdiri Agustus lalu dan masih banyak yang belum mengenalnya. IAPH ini merupakan momentum terbaik untuk mengenalkan layanannya tersebut," ujarnya dalam acara di Bali seperti dikutip dari keterangannya di Jakarta, Jumat (12/5).
Makoto menjelaskan, target utamanya adalah mengajak para pelaku industri di Asia untuk bisa singgah di pelabuhan yang dimiliki oleh PT Pelindo II tersebut. Menurutnya saat ini sebagian besar kapal yang dilayani dari pasar ASEAN dan sebagian kecil masuk ke Asia hingga Australia.
"Kami ingin menyasar target yang lebih luas dari pelaku industri di trans-pacific dan trans-atlantic," tegas Makoto.
Menurutnya, harapan tersebut tidak berlebihan karena sistem pengelolaan NPCT1 sudah efektif dan efisien. Sehingga pekerjaan rumah yang harus dikerjakan adalah mengenalkan serta menarik para konsumen dari luar negeri untuk singgah.
"Sudah merupakan tanggungjawab kami untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelabuhan. Memang terkadang masih muncul permasalahan konektivitas di hinderland yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu dekat," jelasnya.
Peningkatan kualitas layanan pelabuhan tidak hanya meningkatkan jumlah ekspor dan impor semata tetapi secara lebih luas juga mendorong pertumbuhan ekonomi riil di masyarakat. Peningkatan ekspor dan impor tersebut pada akhirnya juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga tingkat UMKM.
"Konferensi Pelabuhan ini tidak hanya membuka peluang bagi kegiatan ekspor-impor dengan berbagai inovasi dalam pengelolaan pelabuhan semata tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor riil dan UMKM," ujar Corporate Secretary BRI, Hari Siaga di tempat yang sama.
Tingginya volume ekspor-impor menjadi salah satu faktor pendorong untuk meningkatkan demand baik di dalam ataupun di luar negeri yang menggairahkan pertumbuhan industri hingga UMKM. Pertumbuhan tersebut perlu didukung dengan dukungan pembiayaan melalui perbankan.
"Dukungan Bank BRI terhadap acara ini merupakan komitmen untuk memajukan sektor maritim yang merupakan sektor strategis. selain itu, Bank BRI juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan jasa keuangan yang terintegrasi untuk mensupport semua pelabuhan yang ada di Indonesia," tutup Hari.
Baca juga:
Pemerintah tawarkan 2 pelabuhan calon hub internasional ke asing
Ini peluang bisnis incaran BNI & PT PP di konferensi pelabuhan Bali
BUMN pelabuhan dorong akselerasi digital port di Indonesia
Standardisasi pelabuhan tekan biaya logistik 3,6 persen
Menhub Budi kaget ada ratusan pelabuhan ilegal di Sulteng
10.000 buruh dukung aksi mogok kerja karyawan JICT
Jokowi sebut Indonesia punya 17.000 pulau yang butuh pelabuhan