Nilai tukar USD menguat buat harga minyak dunia anjlok
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun USD 1,23 menjadi menetap di USD 47,59 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga minyak dunia berakhir bergerak turun pada Senin (Selasa pagi WIB). Penurunan harga minyak terjadi karena penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) sehingga menekan sentimen pasar untuk minyak yang dihargakan dalam USD.
Nilai tukar USD yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,42 persen menjadi 93,462 pada akhir perdagangan.
Selain itu, harga minyak berada di bawah tekanan baru-baru ini karena para investor khawatir bahwa kelebihan pasokan global akan bertahan, setelah pemenuhan produsen-produsen minyak utama untuk menurunkan produksi mereka tidak membaik.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun USD 1,23 menjadi menetap di USD 47,59 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober turun USD 1,37 menjadi ditutup pada USD 50,73 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
KPPU sebut ada kalanya BUMN boleh monopoli sesuai aturan
Perluas jaringan gas bumi, Menteri Jonan blusukan ke rumah warga
PGN klaim penggunaan jargas lebih hemat 50 persen dari elpiji
Dampak harga minyak dunia, laba Elnusa anjlok 90 persen
Harga minyak dunia anjlok tertekan kekhawatiran kenaikan produksi