Nilai tukar capai Rp 14.300 per USD di luar perkiraan pengusaha
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo, mengatakan nilai tukar Rupiah yang saat ini berada di kisaran Rp 14.400 per USD jauh di atas perkiraan pelaku industri. Hal ini membuat industri semakin sengsara lantaran sebagian besar bahan baku produksinya masih berasal dari impor.
Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) semakin memberatkan pelaku industri salah satunya pakan ternak nasional. Maka dari itu, pemerintah diminta segera mencari solusi agar produk pakan dari industri dalam negeri bisa bersaing.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo, mengatakan nilai tukar Rupiah yang saat ini berada di kisaran Rp 14.400 per USD jauh di atas perkiraan pelaku industri. Hal ini membuat industri semakin sengsara lantaran sebagian besar bahan baku produksinya masih berasal dari impor.
"Hitungan kemarin kan Rp 13.600, sekarang Rp 14.300. Semakin rendah exchange rate-nya semakin baik. Karena itu kan dari impor, impor berlaku Dolar. Jadi semakin Dolar menguat semakin sengsara industri ini," ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (4/7).
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah harus segera mencari solusi agar industri bisa terus beroperasi. Salah satunya dengan menurunkan bea masuk bahan baku pakan impor.
"(Penurunan tarif bea masuk) Itu akan sangat membantu. (Bea masuk bungkil kedelai) 5 persen. Akan sangat membantu karena pemakaiannya 25 persen dalam pakan ayam," kata dia.
Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dinilai juga perlu mengeluarkan kebijakan yang lebih efektif untuk meredam pelemahan ini. "Mempertahankan nilai tukar Rupiah ke Dolar itu sangat membantu sekali. (Penurunan tarif bea masuk) Harusnya bisa kalau ada keberpihakan pemerintah untuk menekan harga bahan baku sehingga harga pakan tidak perlu melonjak naik lagi," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Harga pakan ternak makin mahal akibat Rupiah terus melemah
Rupiah terus melemah, Sri Mulyani bakal evaluasi kebutuhan impor Indonesia
Rupiah tembus 14.400 per USD, BI pastikan terus intervensi pasar
Tingginya impor makin bikin kurs Rupiah terpuruk
Rupiah terus merosot, Ketua DPR sentil beberapa lembaga ini
Pemerintah nilai putusan BI naikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen tepat
Naikkan suku bunga acuan, BI yakin mampu hentikan pelemahan Rupiah