Nilai Transaksi Ekonomi Digital Indonesia Ditaksir Capai Rp1.700 Triliun di 2025
Airlangga mengatakan, pandemi Covid-19 mampu mendorong peningkatan penetrasi internet. Kini internet tercatat telah menjangkau 196 juta pengguna, traffic internet melonjak 15 hingga 20 persen.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menaksir nilai transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai USD 124 miliar atau Rp1.700 triliun di 2025. Untuk itu, dia meminta pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) Indonesia mampu menangkap potensi tersebut.
"Potensi itu perlu dimanfaatkan oleh UMKM sehingga sektor ekonomi digital kita semakin berkembang. Sehingga pada 2025 mendatang, Indonesia dapat merealisasikan nilai transaksi ekonomi digital sebesar USD 124 miliar atau Rp1.700 triliun bahkan lebih tinggi," katanya, Senin (26/7).
Airlangga mengatakan, pandemi Covid-19 mampu mendorong peningkatan penetrasi internet. Kini internet tercatat telah menjangkau 196 juta pengguna, traffic internet melonjak 15 hingga 20 persen.
"Berdasarkan riset oleh google, Tamasek, terjadi peningkatan konsumen baru 37 persen. Kemudian, 93 persen mengatakan akan tetap memanfaatkan ecommerce usai pandemi," jelasnya.
Pemerintah sendiri, kata Airlangga, terus mengupayakan peningkatan kualitas UMKM melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas. Kemudian melakukan langkah masif digitalisasi dengan mendorong gernas.
"Kemudian juga melakukan promosi dan pemasaran secara digital. Lalu melakukan perluasan ekspor ke pasar Asia Tenggara. Kami harapkan kolaborasi Emtek memberi dampak positif bagi ekonomi nasional," tandasnya.
Baca juga:
Menko Airlangga: Kolaborasi Emtek Group dan Grab Bantu Perkuat Ekonomi Digital RI
Gubernur BI: Transaksi Keuangan Digital Meningkat Selama Pandemi
Grab dan Emtek Kolaborasi Perluas Inklusi Digital dan Finansial Indonesia
Menkop Teten: 6,5 Juta Pelaku UMKM Beralih ke Ekosistem Digital
Artajasa dan Lintasarta Tawarkan Third Party Card Management Pertama di Indonesia
Yuk, Mengenal Bank Digital dan Bank dengan Layanan Digital