Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gubernur BI: Transaksi Keuangan Digital Meningkat Selama Pandemi

Gubernur BI: Transaksi Keuangan Digital Meningkat Selama Pandemi Gubernur BI Perry Warjiyo. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebut bahwa digitalisasi menjadi salah satu potensi penting untuk mengangkat UMKM di masa pandemi Covid-19. Terlebih, keuangan digital saat ini meningkat di tengah mobilitas yang menurun akibat adanya pembatasan masyarakat.

"Karena memang di tengah pandemi ini transaksi ekonomi dan keuangan digital meningkat. Tentu saja ini bagaimana tetap mendorong UMKM dan juga melakukan digitalisasi," kata dia dalam diskusi Peranan Perbankan dalam Memajukan UMKM, Minggu (25/7).

Perry sadar, UMKM menjadi pilar untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, jika UMKM bisa masuk atau menuju digitalisasi, maka potensi mereka untuk naik kelas cukup besar.

Berdasarkan catatan BI, jumlah UMKM di Indonesia sendiri saat ini mencapai 65,5 juta. Di mana sharenya terhadap PDB adalah 57,1 persen atau kurang lebih mencapai Rp7.304 triliun. Sementara penyerapan tenaga kerja adalah 96,6 persen.

Demikian juga untuk ekspor non migas, di mana jumlah share-nya itu 15,7 persen kurang lebih sekitar USD339,2 miliar per tahunnya. Sementara dukungan kredit perbankan terhadap UMKM kurang lebih sekitar 20,5 persen dengan nilai mencapai Rp1.150 triliun. Duku

"Tetapi lebih dari itu potensi dari UMKM tidak hanya terhadap PDB, tenaga kerja, ekspor tetapi juga dalam digitalisasi," tandasnya.

6,5 Juta UMKM Go Digital

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan sebanyak 6,5 juta pelaku UMKM beralih ke ekosistem digital dalam satu tahun untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19.

"Jumlah UMKM yang on boarding sampai bulan Juni 2021 ada 6,5 juta," kata Teten dalam diskusi daring mengenai Akeselerasi Digitalisasi UMKM dikutip dari Antara Jakarta, Jumat (23/7).

Padahal, kata Teten, jumlah pelaku UMKM yang masuk ke ekosistem digital selama 10 tahun sejak lokapasar daring hadir di Indonesia sebanyak 8 juta UMKM.

Teten mengatakan, pemerintah menargetkan dalam peta jalan transformasi digital bahwa sebanyak 30 juta UMKM beralih ke ekosistem pemasaran digital seperti lokapasar daring pada tahun 2024. Artinya, dibutuhkan penambahan 5 juta pelaku UMKM yang masuk ke ekosistem digital setiap tahun.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP