LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Neraca Perdagangan RI Surplus 27 Bulan Berturut-turut

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI surplus USD4,22 miliar di Juli 2022. Capaian ini memperpanjang rekor surplus neraca perdagangan selama 27 bulan berturut-turut.

2022-08-15 12:10:50
Neraca Perdagangan
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI surplus USD4,22 miliar di Juli 2022. Capaian ini memperpanjang rekor surplus neraca perdagangan selama 27 bulan berturut-turut.

Capaian ini diperoleh lantaran angka ekspor per Juli 2022 yang sebesar USD 25,57 miliar masih lebih tinggi dibanding nilai impor pada bulan yang sama, sebesar USD 21,35 miliar.

Kendati demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor tersebut mengalami kenaikan sekitar 1,64 persen secara bulanan atau month to month (mtm) dibanding Juni 2022, yang sebesar USD 21 miliar.

Advertisement

"Secara year on year (YoY), angka impor Juli 2022 melonjak 39,86 persen dibanding Juli 2021 yang sebesar USD 15,26 miliar," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Senin (15/8).

Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia secara bulanan pada Juli 2022 juga terpangkas sebesar 2,20 persen, dari sebelumnya USD 26,15 miliar per Juni 2022 menjadi USD 25,57 miliar pada Juli 2022. Penurunan angka ini terjadi akibat harga dan volume ekspor migas yang terpangkas pada Juli 2022 silam.

"Untuk penurunan ekspor migas lebih dikarenakan oleh nilai minyak mentah yang turun 60,06 persen, dan volume turun 60,82 persen," ungkap dia.

Advertisement

Tak hanya komoditas migas, ekspor barang non migas yang melemah juga turut memberikan andil terhadap nilai ekspor Juli 2022 yang mengecil. "Jadi kalau dilihat di grafik, perkembangan mtm dan YoY terkait ekspor kita memang lebih dikarenakan oleh secara persentase turunnya komoditas untuk migas yang turun minus 11,24 persen. Sementara non migas turun 1,64 persen," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Neraca Perdagangan RI Tembus USD24,8 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
26 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan Juni 2022 Kembali Surplus
BI Optimis Neraca Pembayaran Surplus di Kuartal II-2022
Neraca Dagang Surplus 25 Bulan Berturut-turut, ini Keuntungan untuk Ekonomi Indonesia
Mei 2022, Neraca Perdagangan Surplus 25 Bulan Berturut-turut
Baru Diluncurkan, Ini Fungsi dan Tujuan Sistem Nasional Neraca Komoditas

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.