LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Neraca Perdagangan RI Berpotensi Surplus Hingga USD60 Miliar di 2022

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan mengalami surplus USD60 miliar tahun ini. Selama Januari hingga September 2022 neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus sebesar USD39,87 miliar.

2022-10-25 17:03:43
Neraca Perdagangan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan mengalami surplus USD60 miliar tahun ini. Selama Januari hingga September 2022 neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus sebesar USD39,87 miliar.

"Angka itu lebih besar dari surplus neraca perdagangan selama ledakan harga komoditas terakhir pada 2010 dan 2011 yang sekitar USD22 miliar dan USD26 miliar," kata Airlangga dalam acara Indonesia's Economic Priorities di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (25/10).

Menurutnya, kinerja sektor eksternal yang kuat tersebut pun berhasil menopang konsumsi dan investasi secara konsisten. Dengan demikian pemerintah memproyeksikan ekonomi akan tumbuh sekitar 5,2 persen secara tahunan pada akhir tahun ini.

Advertisement

Hingga triwulan II-2022 ekonomi Indonesia berjalan dengan sangat baik dan berhasil berbalik arah dari pandemi COVID-19 sehingga mampu tumbuh 5,44 persen secara tahunan.

Selain itu, berbagai lembaga internasional pun memiliki perkiraan yang kurang lebih sama sama, salah satunya Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang tetap optimistis Indonesia akan tumbuh 5,3 persen tahun ini, meski ekonomi global hanya tumbuh 3,2 persen.

"Kemudian untuk tahun 2023 IMF memproyeksikan Indonesia mampu tumbuh di kisaran 5 persen dibandingkan dengan global yang hanya mampu tumbuh 2,7 persen," ucapnya.

Advertisement

Kendati demikian, dia mengingatkan saat ini dunia sedang dihantui oleh pembentukan awan gelap yang sedang mengumpulkan kecepatan untuk kemungkinan terjadinya badai yang sempurna alias perfect storms. Awan tersebut berasal dari lima faktor yakni COVID-19, konflik di Ukraina, harga komoditas, biaya hidup, dan perubahan iklim.

Meski begitu dia meyakini seluruh dunia, termasuk Indonesia, bisa menghadapi badai tersebut dengan keyakinan yang lebih kuat pada strategi kebijakan tentang prioritas untuk mengatasi tantangan ke depan.

Baca juga:
Strategi Wamendag Jerry Pastikan Ekonomi RI Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi Dunia
29 Kali Berturut-turut, Indonesia Catat Surplus Perdagangan Sejak Mei 2020
Rupiah Melemah, Mendag Zulhas Pastikan Harga Kedelai dan Gandum Tak Naik
Jokowi Minta Kementan Perbaiki Sistem Logistik dan Transportasi Pangan
Rekor, Neraca Perdagangan RI Surplus Selama 28 Bulan Berturut
Airlangga Soal Neraca Dagang Surplus: Tetap Waspada di Semester II-2022

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.