Neraca perdagangan Januari 2018 defisit USD 0,68 miliar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Januari 2018 mengalami defisit USD 0,68 miliar. Di mana, nilai ekspor Indonesia pada Januari 2018 mencapai USD 14,46 miliar. Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Januari 2018 mencapai USD 15,13 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Januari 2018 mengalami defisit USD 0,68 miliar. Di mana, nilai ekspor Indonesia pada Januari 2018 mencapai USD 14,46 miliar. Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Januari 2018 mencapai USD 15,13 miliar.
Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan defisit tersebut dipicu oleh defisit sektor migas mencapai USD 0,86 miliar. "Walaupun neraca perdagangan sektor nonmigas surplus USD 0,18 miliar," kata Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Kamis (15/2).
Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus 34,66 juta ton pada Januari 2018.
"Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca sektor nonmigas 35,06 juta ton, namun neraca volume perdagangan sektor migas defisit 0,40 juta ton," ujarnya.
Baca juga:
Ekspor masih rendah, Jokowi bakal tutup pusat promosi perdagangan RI
Pemerintahan AS tutup, ini dampaknya bagi perekonomian Indonesia
BPS catat neraca perdagangan RI surplus USD 11,84 miliar di 2017
Menteri Enggar sebut tahun politik 2018 berdampak positif bagi perdagangan RI
Oktober 2017, catat neraca perdagangan perikanan RI surplus 1,7 persen
Neraca perdagangan November 2017 surplus USD 0,13 miliar
Oktober 2017, neraca perdagangan RI surplus USD 0,90 miliar