Ekspor masih rendah, Jokowi bakal tutup pusat promosi perdagangan RI
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku menyindir bahwa ekspor Indonesia yang masih kalah dibanding negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Untuk itu, dia meminta Kementerian Perdagangan untuk mengevaluasi mengenai ekspor ini, termasuk kinerja pusat promosi perdagangan Indonesia (Indonesia Trade Promotion Centre/ITPC).
Dia menilai, selama ini ITPC tidak memberikan manfaat untuk sektor perdagangan Indonesia. Sehingga, dia menegaskan akan menutup ITPC jika masih belum menunjukkan kinerja yang maksimal.
"ITPC apa bertahun-tahun kita memiliki ITPC apa yang dilakukan? Apa mau kita terus teruskan? Kalau saya tidak. Saya lihat tidak ada manfaat ya saya tutup. Negara keluar biaya untuk itu, negara keluar duit yang tidak kecil. Banyak. Apa yang sudah dilakukan? Apa yang sudah dikerjakan? Kalah dengan negara-negara yang tadi saya sebut. Tidak mau saya kerja-kerja seperti ini," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/1).
Menurutnya, ITPC seharusnya memiliki market intelligence yang dilakukan oleh tim terlatih untuk mendapatkan informasi, digunakan untuk menyelesaikan segala perkara yang berhubungan dengan rencana dan strategi pemasaran. Sehingga bisa membawa manfaat lebih bagi sektor perdagangan Indonesia, dengan
"ITPC, Atase Perdagangan kita untuk apa, mestinya di situ ada market intelligence, di situ bisa melihat peluang-peluang di negara yang Bapak Ibu dan saudara-saudara bertugas itu apa. Dirjen juga harus bisa melihat seperti peluangnya apa, kendala-kendala di dalam negeri ini apa yang perlu dibenahi," imbuhnya.
Sebelumnya, Jokowi menyebut ekspor Indonesia pada 2017 mencapai 145 miliar dolar AS masih kalah dengan Thailand yang mencapai 231 miliar dolar As, Malaysia 184 miliar dolar dan Vietnam yang mencapai 160 miliar dolar. Menurutnya, ada yang salah dengan kebijakan ekspor dalam negeri.
"Negara sebesar ini kalah dengan Thailand. Dengan resources dan SDM yang sangat besar, kita kalah. Ini ada yang keliru dan harus ada yang diubah," kata Jokowi.
Menurut Presiden, ini semua tanggung jawab Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Menurutnya, ada kekeliruan yang harus dibenahi sehingga ekspor Indonesia tidak kalah dengan negara-negara tetangga yang jumlah penduduk dan sumber dayanya masih di bawah Indonesia.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya