Nasib eks karyawan 7-eleven, pesangon belum dibayar hingga sulit cari pekerjaan baru
PT Modern International Tbk (MDRN) telah menutup semua gerai 7-Eleven per tanggal 30 Juni 2017. Penutupan tersebut meninggalkan cerita pilu yang dialami oleh karyawan yang mendadak harus kehilangan pekerjaan.
PT Modern International Tbk (MDRN) telah menutup semua gerai 7-Eleven per tanggal 30 Juni 2017. Penutupan tersebut meninggalkan cerita pilu yang dialami oleh karyawan yang mendadak harus kehilangan pekerjaan.
Salah satu eks karyawan 7-Eleven, Ade mengatakan jumlah karyawan 7-Eleven pada saat itu berjumlah sekitar 1.500 dengan status tetap sebanyak 279 orang.
"Kita kerja bahkan ada yang sudah mengabdi selama 25 tahun sejak zaman Fuji Film," kata Ade kepada merdeka.com, di kantor pusat 7-Eleven, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (26/9).
Ade mengatakan, banyak rekannya yang kesulitan mencari pekerjaan baru karena usia mereka sudah tak lagi muda. Terutama, karyawan lama yang umurnya rata-rata sudah di atas 40 tahun.
"Rata-rata usia pegawai disini usia senja. Kalau yang masih muda-muda sih gampang (cari kerja baru)," jelasnya.
Ade menambahkan, saat gerai 7-Eleven ditutup, karyawan mendapat pemberitahuan empat hari sebelum Lebaran Idul Fitri atau tanggal 21 Juli 2017.
Ade mengaku kaget mendengar pengumuman tersebut. Kemudian dengan berat hati Ade bersama rekannya yang lain menyampaikan kabar tersebut kepada seluruh karyawan 7-Eleven yang berjumlah sekitar 1.500 orang.
"Pokoknya Lebaran itu kita sedih," ungkapnya.
Baca juga:
Cerita pilu Lebaran eks karyawan 7-Eleven
Geruduk kantor 7-Eleven, eks pegawai tagih pesangon Rp 20,7 miliar
Bos Senayan City soal iklan dijual: Itu tidak benar
Mendag minta toko ritel pasok barang ke warung-warung tradisional
80 persen dari gerai Hypermart buka penjualan online
Mendag sebut gerai Matahari tutup karena sepi pengunjung bukan penurunan daya beli
Tutupnya dua gerai Matahari jadi hal yang wajar dalam bisnis ritel