LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Naik 11 persen, laba Astra Internasional semester I 2018 Rp 10,38 triliun

Peningkatan laba ASII seiring kenaikan laba dari divisi jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, serta teknologi informasi. Laba ASII dari divisi otomotif stabil. Sementara laba ASII dari divisi agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta properti mengalami penurunan.

2018-08-28 13:03:11
Astra Internasional
Advertisement

PT Astra Internasional Tbk (ASII) membukukan pendapatan bersih senilai Rp 10,38 triliun sepanjang semester I 2018. Pendapatan bersih itu meningkat sebesar 11 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,34 triliun.

Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto mengatakan, peningkatan laba ASII seiring kenaikan laba dari divisi jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, serta teknologi informasi. Laba ASII dari divisi otomotif stabil. Sementara laba ASII dari divisi agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta properti mengalami penurunan.

"Laba ASII dari divisi otomotif stabil sebesar Rp 4,2 triliun per Juni 2019. Laba ASII dari jasa keuangan naik 5 persen jadi Rp 2,14 triliun, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi meningkat 60 persen menjadi Rp 3,28 triliun, dan teknologi informasi tumbuh 24 persen jadi Rp 68 miliar dari Rp 55 miliar,” tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/8/2018).

Advertisement

Sedangkan laba ASII dari divisi infrastruktur dan logistik anjlok 96 persen, dari Rp 110 miliar menjadi Rp 4 miliar, agribisnis turun 23 persen menjadi Rp 625 miliar dari Rp 815 miliar, divisi properti turun 29 persen, dari Rp 68 miliar menjadi Rp 48 miliar.

Prijono menambahkan, pertumbuhan ekonomi RI mendukung kinerja perusahaan untuk menunjukan tren positif di tahun 2018 ini. "Walaupun persaingan di pasar mobil dan melemahnya harga minyak kelapa sawit menjadi perhatian, kinerja perseroan kami perkirakan cukup baik karena pertumbuhan ekonomi dan harga batu bara yang stabil," ujarnya.

Mengacu pada laporan keuangan publikasi, nilai aset bersih per saham perseroan juga mengalami peningkatan 11 persen dibandingkan posisi semester I-2017 menjadi Rp 257.

Advertisement

Kemudian untuk total liabilitas dan ekuitas perseoran hingga 30 Juni tercatat Rp 309,33 triliun dengan masing-masing rincian liabilitas sebesar Rp 147,45 triliun dan ekuitas sebesar Rp 161,88 triliun.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Wawancara Eksklusif Merdeka.com dengan Presdir PT Astra International Tbk
Perang diskon bikin profit bisnis otomotif Astra turun di 2017
Raup laba Rp 18,9 triliun, Astra sebar dividen Rp 185 per saham
Astra Infra ngotot ingin jadi bagian konsorsium operator Pelabuhan Patimban
Setelah jalan tol dan pelabuhan, Astra Infra incar bisnis bandara Tanah Air
Astra prediksi pasar motor nasional 6 juta unit di 2018
Kuartal III 2017, kas bersih Astra turun menjadi Rp 1,2 T dari Rp 6,2 T

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.