Musim hujan, BPS sebut jadwal panen raya jadi Maret dan April
Meski alami pergeseran, kata dia, volume panen raya dan pasokan pangan tidak akan bermasalah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, musim panen raya akan bergeser ke Maret dan April 2016. Faktor cuaca dan musim hujan yang menjadi penyebab mundurnya panen raya tersebut.
"Rapat tadi membahas bagaimana produksi panen di triwulan pertama. Tapi panen raya akan bergeser sedikit yang tadinya Januari-April, tapi sekarang Maret-April," kata Suryamin di Kementeri Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/2).
Meski alami pergeseran, kata dia, volume panen raya dan pasokan pangan tidak akan bermasalah. Namun, pemerintah tetap akan melakukan koordinasi jika nantinya akan terjadi masalah dalam musim penghujan ini.
"Tapi dari volume tidak terlalu (bermasalah). Beras untuk sekarang belum ada masalah, jagung juga. Tapi bagaimana nanti kita menghadapi situasi hujan seperti ini," kata dia.
Kendati demikian, Suryamin sendiri belum bisa mengatakan strategi apa yang dilakukan pemerintah dalam menjaga pasokan pangan saat ini. "Strateginya kan ada rapat lagi nanti, yang lebih spesifik untuk mengelola pangan," pungkas dia.
Baca juga:
Ketua HKTI: Suatu hari petani Indonesia harus punya helikopter
Pemerintah persilakan asing kuasai industri gula dan karet
2016, Menteri Amran target swasembada beras
Kebun apel petani diselimuti abu Bromo, biaya perawatan membengkak
Menengok perkebunan ganja terbesar se-Amerika Latin