Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua HKTI: Suatu hari petani Indonesia harus punya helikopter

Ketua HKTI: Suatu hari petani Indonesia harus punya helikopter Demo Petani. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Mahyudin, mengungkapkan petani di Indonesia tidak pernah kaya meski harga pangan kian melambung. Sementara masyarakat umum ingin membeli bahan pokok dengan harga yang murah.

"Tantangan kita ingin masyarakat umum membeli bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain petani kita harus memiliki harga jual yang bagus," kata Mahyudin kepada awak media usai acara Pengukuhan Pengurus DPN HKTI masa bakti 2015-2020, Kamis, (28/1).

Menurutnya, paradigma tentang petani yang identik dengan topi caping, kaos lusuh dan kotor harus diubah. Petani Indonesia harus memiliki penghidupan yang layak.

"Petani kita nggak pernah kaya. Suatu hari nanti petani kita harus punya helikopter. Pertanian sektor yang paling menjanjikan hanya saja belum dimaksimalkan," tegasnya.

Selain itu, kata dia, Indonesia memiliki lahan luas untuk pertanian. Tapi faktanya, petani di Indonesia belum maksimal dalam mengelola lahan pertanian.

Dia kemudian membandingkan produksi petani tebu di Vietnam. Katanya, hasil endapan gula dari tebu di Vietnam bisa dua kali lipat banyaknya dibandingkan dengan Indonesia. Hal itu, menurutnya, karena pemerintah mendukung serius petani-petaninya dengan menyediakan mesin yang canggih.

"Kredit untuk petani mahal, bunganya mencapai 8 persen, sementara di luar negeri lebih rendah dan didukung dengan alat yang modern. Kalau di kita, misalnya petani tebu. Mesin tebu yang digunakan sudah tua, hasil endapannya setengah dari Vietnam," jelas Mahyudin.

Dengan pengukuhan pengurus HKTI yang baru ini, dia berharap bisa membantu membangkitkan pertanian di Indonesia. Menghentikan impor bahan pokok dan mensejahterakan petani-petani.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP