Moeldoko Yakinkan Banyak Lembaga Negara Kompeten Mengawasi Jika Benar Anggaran Bocor
Menurut Prabowo, tiap tahunnya telah terjadi kebocoran sebanyak 25 persen dari total anggaran pemerintah. Moeldoko menegaskan bahwa presiden tentu memberikan perhatian jika kebocoran anggaran memang benar terjadi. Indonesia pun memiliki instrumen-instrumen hukum untuk menindak pelanggaran.
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung adanya kebocoran anggaran negara. Menurut Prabowo, tiap tahunnya telah terjadi kebocoran sebanyak 25 persen dari total anggaran pemerintah.
Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, mengungkapkan hendaknya pernyataan dikeluarkan ke publik mesti didasari pada proses pemeriksaan dari lembaga yang kompeten.
"Kita punya lembaga antara lain adalah BPK, KPK. Kita juga punya instrumen hukum yang mengawasi. Kita juga punya BPKP jadi jangan memberikan pandangan-pandangan yang menurut saya tidak mendasari atas itu semua," kata dia, di Jakarta, Jumat (8/2).
Dari lembaga-lembaga tersebut lah kinerja pengelolaan keuangan negara dapat dilihat. Jika memang terjadi kebocoran maka tentu akan terlihat dalam laporan yang disampaikan lembaga-lembaga tersebut.
"Kan di situ ada opininya oh ini ada maladministrasi, di mana maladministrasi nya. Oh ada prosedur yang dilanggar, di mana," ujar dia.
Dia menegaskan bahwa Presiden tentu memberikan perhatian jika kebocoran anggaran memang benar terjadi. Indonesia pun memiliki instrumen-instrumen hukum untuk menindak pelanggaran.
"Kan begini pada akhir pemeriksaan ada opini dari BPK dari BPKP. Dari opini itu Presiden pasti akan memerintahkan kepada menteri terkait untuk melakukan langkah-langkah," ungkap Moeldoko.
"Kalau sudah menjurus ke arah pelanggaran prosedur, pelanggaran administrasi, apalagi pidana, proses itu nggak ada cerita," tandasnya.
Baca juga:
Dibuatkan Infrastruktur Jalan, Masyarakat Perbatasan Kini Bangga Berbangsa Indonesia
Moeldoko Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Demi Pemerataan Bukan Suara
Moeldoko Pastikan Perpres Restrukturisasi Tak Kembalikan Dwifungsi TNI
Kapten Leo Ngaku Diabaikan Rumah Sakit Minta Tolong Jokowi, Ini Reaksi Istana
Moeldoko: Setia NKRI dan Pancasila Adalah Kunci, Ba'asyir Batal Bebas Jika Tak Akui
Pembukaan Piala Presiden Esport Pertama di Indonesia
Moeldoko Minta Tak Saling Tuduh Sosok Dalang di Balik Tabloid Indonesia Barokah