Modal pengalaman, Antam siap kelola tambang Freeport
"Kami memang ditunjuk untuk pengambilalihan saham divestasi Freeport Indonesia."
PT Aneka Tambang (Antam) siap dilibatkan dalam pengelolaan tambang Freeport Indonesia. Sebab, perusahaan pelat merah itu merasa memiliki pengalaman mengelola tambang bawah tanah.
"Kami sebagai perusahaan tambang, apalagi yang sejenis, itu kan siap berkiprah dan memang ditunjuk untuk pengambilalihan saham divestasi tersebut," kata Direktur Utama Antam Tedy Badjrujaman di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Jumat (8/1).
Dia yakin bisa Antam bisa mendukung pengembangan tambang bawah tanah Freeport di Papua yang membutuhkan teknologi tinggi.
"Kami punya tambang tua di Gunung Pongkor. Kalau soal bawah tanah, lubang tergantung cadangan emasnya. Kalau cadangan emas banyak ya dikejar. Intinya, orang Indonesia mampu menggarap."
Kendati demikian, kata Tedy, pihaknya masih mencari pendanaan untuk membeli 10,64 persen sisa saham divestasi tersebut.
"Mungkin pinjaman, tapi belum ada angkanya."
Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan pihaknya tertarik mengambil saham divestasi Freeport Indonesia. Mengingat, cadangan emas dan tembaga Freeport masih sangat besar.
Rini mengaku belum tahu harga saham divestasi tersebut. Namun, menurutnya, penurunan harga komoditas tambang bakal memengaruhi nilai saham Freeport.
"Nilai tembaga turun besar sekali, terendah setelah 2009."
Baca juga:
Bukit Asam bakal pasok setrum untuk pabrik feronikel Antam di Maluku
2018, Menteri Rini berencana bentuk holding BUMN tambang
Hipmi tegaskan kehadiran Freeport tak sejahterakan Papua
Cegah tragedi Salim Kancil terulang, warga Lumajang gelar seni pasir